Kewaspadaan Global Menguat Seiring Munculnya Kasus Virus Nipah di India

Ilustrasi virus. (Freepik)

Kewaspadaan Global Menguat Seiring Munculnya Kasus Virus Nipah di India

Willy Haryono • 28 January 2026 14:20

New Delhi: Sejumlah negara di Asia meningkatkan kewaspadaan kesehatan dan pengawasan perjalanan menyusul laporan wabah virus Nipah di India. Meski penyebarannya dinilai tidak semudah Covid-19, virus yang hingga kini belum memiliki obat ini dikenal berbahaya dan memiliki tingkat kematian tinggi.

Langkah-langkah pengamanan, termasuk penggunaan masker, kamera termal, serta pemeriksaan penumpang, kembali diterapkan di sejumlah bandara Asia setelah otoritas kesehatan India melaporkan lima kasus virus Nipah di wilayah Benggala Barat. Thailand, Nepal, dan Taiwan termasuk negara yang memperketat pemantauan kesehatan lintas batas.

Meski tidak menimbulkan ancaman global sebesar pandemi Covid-19, virus Nipah memiliki tingkat fatalitas tinggi dan dapat menyebabkan pembengkakan otak. Gejalanya yang menyerupai keracunan makanan atau kelelahan perjalanan dinilai berisiko menghambat deteksi dini, terutama pada pelancong.

Dilansir dari The National, Rabu, 28 Januari 2026, para pakar menilai kesiapsiagaan global terhadap ancaman kesehatan masih menghadapi tantangan. Pelajaran dari pandemi Covid-19 telah mendorong perbaikan sistem skrining dan pengembangan vaksin, namun kerja sama internasional dinilai belum berjalan optimal.

Menurut laporan media The National, situasi ini diperumit oleh keluarnya Amerika Serikat dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Keputusan tersebut meninggalkan celah besar dalam pendanaan dan keahlian, sehingga negara-negara anggota lain dituntut untuk memperkuat peran dan kontribusinya.

Sebagai respons, komunitas internasional meningkatkan komitmen pendanaan dan menyepakati Perjanjian Pandemi WHO guna mencegah kesalahan serupa, seperti perebutan vaksin dan kegagalan berbagi data yang terjadi pada pandemi sebelumnya.

Ancaman penyakit menular lain juga terus bermunculan, termasuk lonjakan kasus human metapneumovirus di China utara serta wabah chikungunya di wilayah dengan tingkat kekebalan rendah. Kondisi ini menegaskan bahwa penyakit lintas negara tidak mengenal batas dan memerlukan pendekatan kolektif.

Otoritas kesehatan di berbagai negara diharapkan mengambil langkah tepat untuk mencegah penyebaran virus Nipah lebih luas, sementara masyarakat dan pelancong diminta tetap waspada serta mengikuti pembaruan resmi dari otoritas kesehatan. (Keysa Qanita)

Baca juga:  Waspada Virus Nipah, Kemenkes Larang Warga Makan Buah Bekas Gigitan Kelelawar

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)