Trading Halt IHSG: Penyebab, Tujuan, dan Dampaknya bagi Investor

Ilustrasi perdagangan saham di BEI. Foto: dok MI/Usman Iskandar.

Trading Halt IHSG: Penyebab, Tujuan, dan Dampaknya bagi Investor

Gana Buana • 29 January 2026 18:47

Jakarta: Pergerakan harga saham yang sangat tajam bisa menimbulkan kepanikan dalam dunia pasar modal. Salah satu langkah yang sering dilakukan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menjaga stabilitas adalah dengan menerapkan trading halt.

Istilah ini kerap muncul ketika IHSG anjlok, dan investor bertanya-tanya, kenapa perdagangan tiba-tiba dihentikan sementara? Artikel ini akan menjelaskan alasan dan tujuan BEI melakukan trading halt secara lengkap.
 

Apa itu trading halt?


Trading halt adalah penghentian sementara seluruh aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia. Langkah ini dilakukan ketika pasar mengalami kondisi ekstrem, seperti:
  • Penurunan indeks yang sangat tajam.
  • Lonjakan volatilitas tinggi.
  • Kepanikan massal investor.
  • Trading halt berbeda dengan suspend saham individu. Trading halt berlaku untuk seluruh pasar, terutama ketika IHSG mengalami penurunan drastis.
 


Kenapa BEI melakukan trading halt saat IHSG anjlok?


Trading halt bukan tanpa alasan. BEI menerapkannya sebagai mekanisme perlindungan pasar. Berikut beberapa tujuan utamanya:
 

1. Menghindari kepanikan investor


Ketika saham IHSG anjlok secara cepat, investor bisa panik dan melakukan aksi jual besar-besaran. Trading halt memberi waktu bagi pelaku pasar untuk:
  • Mencerna informasi.
  • Menenangkan situasi.
  • Mengambil keputusan lebih rasional.
 

2. Menjaga Stabilitas Pasar Modal Indonesia


Pasar saham sangat sensitif terhadap sentimen global maupun domestik. Jika dibiarkan terus turun tanpa kontrol, kondisi ini dapat mengganggu stabilitas ekonomi secara luas. Trading halt adalah bentuk rem darurat agar pasar tidak jatuh lebih dalam dalam waktu singkat.


Ilustrasi. Foto: Freepik.
 

3. Memberi ruang evaluasi dan transparansi informasi


Dalam kondisi ekstrem, investor sering kesulitan membedakan apakah penurunan terjadi karena:
  • Faktor fundamental ekonomi.
  • Isu global.
  • Rumor pasar.
  • Dengan adanya trading halt, BEI memberi waktu agar informasi lebih jelas dan transparan sebelum perdagangan dilanjutkan.


4. Mengurangi volatilitas ekstrem di BEI


Bursa saham modern seperti BEI memiliki aturan otomatis untuk menahan gejolak pasar. Trading halt merupakan bagian dari sistem pengamanan agar fluktuasi harga tidak menjadi tidak terkendali.
 

Contoh kasus trading halt IHSG


Sebagai contoh nyata, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan pembekuan sementara perdagangan pada:

Kamis, 29 Januari 2026, setelah IHSG turun tajam hingga delapan persen. Penghentian dilakukan pada pukul 09.26.01 waktu JATS. BEI kemudian menyampaikan perdagangan kembali dibuka pada pukul 09.56.01 waktu JATS. Trading halt ini bersifat sementara dan tidak mengubah jadwal perdagangan harian secara keseluruhan.

Kasus ini menunjukkan trading halt merupakan langkah cepat BEI untuk menjaga pasar tetap aman.

Apakah trading halt sama dengan IHSG suspend? Tidak sama.
  • Trading halt IHSG: Penghentian sementara seluruh perdagangan di bursa.
  • Suspend saham: Penghentian perdagangan hanya pada saham tertentu.
  • Trading halt biasanya terjadi ketika indeks utama seperti IHSG mengalami penurunan ekstrem.
 


Apa dampaknya bagi Investor?


Trading halt memberi dampak positif bagi investor, antara lain:

Mengurangi risiko keputusan emosional.
Memberi waktu untuk strategi ulang.
Menjaga pasar tetap fair dan teratur.
Namun, investor tetap harus waspada karena trading halt menandakan kondisi pasar sedang tidak stabil.
 

Kesimpulan


Trading halt yang diterapkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) adalah mekanisme perlindungan untuk menjaga stabilitas pasar ketika IHSG mengalami penurunan tajam.

Saat IHSG trading halt terjadi, itu bukan berarti pasar "ditutup", melainkan diberi jeda agar kondisi tidak semakin kacau dan investor bisa mengambil keputusan dengan lebih bijak. Trading halt adalah bagian penting dari sistem keamanan pasar modal modern.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Ade Hapsari Lestarini)