Rumah Terdampak Banjir Bandang di Situbondo Bertambah Jadi 7.435 Unit

Gubernur Jawa Timur KHofifah Indar Parawansa didampingi Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo dan Kapolres AKBP Bayu ANuwar Sidiqie saat meninjau lokasi banjir bandang. Jumat, 23 Januari 2026. ANTARA/Novi Husdinariyanto

Rumah Terdampak Banjir Bandang di Situbondo Bertambah Jadi 7.435 Unit

Silvana Febiari • 25 January 2026 13:51

Situbondo: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, mencatat jumlah rumah warga terdampak banjir bandang bertambah menjadi 7.435 unit. Rumah-rumah tersebut tersebar di enam kecamatan.

Kepala Pelaksana BPBD Situbondo Timbul Surjanto mengungkapkan jumlah rumah terdampak banjir luapan air sungai bertambah setelah tim dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) dan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD terus melakukan asesmen di lapangan.

"Selain menangani pasca-banjir, tim BPBD juga terus melakukan asesmen ke lokasi terdampak banjir," ujarnya di Situbondo, dikutip dari Antara, Minggu, 25 Januari 2026.


Sesuai data terbaru, rumah warga terdampak banjir paling parah akibat luapan Sungai Lubawang berada di Kecamatan Banyuglugur, dengan total 1.271 unit rumah. Rinciannya, 1.065 rumah di Desa Kalianget, 65 rumah di Desa Banyuglugur, 140 rumah di Desa Lubawang, dan satu rumah di Desa Tepos.

Selanjutnya, dampak terparah banjir luapan air sungai terjadi di Kecamatan Besuki, dengan total 5.414 rumah terdampak. Rinciannya, 2.822 rumah di Desa Pesisir, 238 rumah di Desa Kalimas, 44 rumah di Desa Demung, 2.306 rumah di Desa Besuki, dan empat rumah di Desa Bloro.

Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan sejumlah sungai meluap pada Rabu, 21 Januari 2026. Akibatnya, 113 rumah warga di Desa Mlandingan Wetan, Kecamatan Bungatan, terendam banjir.


Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo meninjau jembatan putus di Desa Wringinanom, Kecamatan Jatibanteng, Situbondo, Jawa Timur. Sabtu (24/1/2026). ANTARA/Novi Husdinariyanto


Di Kecamatan Mlandingan, sebanyak 402 unit rumah terdampak banjir tersebar di Desa Selomukti 305 rumah dan Desa Mlandingan Kulon 97 rumah. Selanjutnya di Desa/Kecamatan Kendit sebanyak 227 rumah, dan Desa Curah Suri, Kecamatan Jatibanteng sebanyak delapan rumah.

"Kami akan terus memperbarui data rumah terdampak banjir, termasuk fasilitas umum, lembaga pendidikan, dan pertanian serta infrastruktur jalan ataupun jembatan," tandasnya. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)