Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana. Foto: Metrotvnews.com/Fachri Audhia Hafiez.
BGN Klaim Tren Kasus Keracunan MBG Menurun
Anggi Tondi Martaon • 20 January 2026 17:19
Jakarta: Tren kasus keamanan pangan program Makan Bergizi Gratis (MBG) menurun. Hal itu disampaikan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana.
"Puncak kejadian keamanan pangan terjadi pada bulan Oktober (2025) dengan 85 kejadian dan alhamdulillah bisa menurun di 40 kejadian di November dan menyisakan 12 kejadian di Desember 2025," kata Dadan dikutip dari Antara, Selasa, 20 Januari 2026.
Dadan menyampaikan, kasus keamanan pangan MBG masih terjadi pada Januari tahun ini. Jumlahnya sebesar 10 kasus.
"Di Januari sudah terdapat 10 kejadian meskipun kami targetkan nol kejadian. Tapi masih saja ada pelanggaran-pelanggaran SOP (Standar Operasional Prosedur) yang terjadi," ungkap Dadan.
Baca Juga :
BGN Diminta Jaga Kesegaran Menu MBG Saat Ramadan
Sertifikasi SPPG
Selain itu, Dadan menyampaikan 6.150 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah mengantongi Sertifikasi Laik Higiene Sanitasi (SLHS) atau 32 persen dari total SPPG yang beroperasi. Ia berharap, jumlah SPPG yang memiliki SLHS meningkat pada 2026."Jumlah SPPG yang sudah SLHS itu mencakup 32 persen dan sedang dikejar agar bisa terus meningkat, dan tahun 2026 ini, selain ada SLHS, kita akan melakukan akreditasi dan sertifikasi," kata dia.
.jpeg)
Ilustrasi SPPG. Foto: Metrotvnews.com.
Dia mengatakan upaya sertifikasi SPPG dinilai penting. Sebab, BGN menargetkan peningkatan kualitas pelayanan SPPG.
"Akreditasi dan sertifikasi untuk meningkatkan kualitas layanan sehingga kita nanti akan mendapatkan kualitas SPPG yang unggul atau nilainya A. Kemudian sangat baik nilainya B. Baik nilainya C, atau mungkin bahkan ada SPPG yang harus berjuang untuk terakreditasi," ujar Dadan
Hingga Selasa ini, tercatat 21.102 SPPG yang menjangkau 59,86 juta penerima manfaat program MBG. Dana operasional harian seluruh SPPG mencapai Rp855 miliar.