Kolombia menjatuhkan vonis 40 tahun penjara kepada mantan pemimpin paramiliter Salvatore Mancuso atas kejahatan terhadap komunitas adat. (Anadolu Agency)
Mantan Pemimpin Paramiliter Kolombia Divonis 40 Tahun Penjara
Willy Haryono • 20 January 2026 17:02
Bogota: Pengadilan Kolombia menjatuhkan vonis 40 tahun penjara kepada mantan pemimpin paramiliter Salvatore Mancuso pada Senin, 19 Januari. Ia dinyatakan bersalah atas serangkaian kejahatan berat terhadap komunitas adat di Provinsi La Guajira, termasuk pembunuhan, penghilangan paksa, dan pengusiran warga pada periode 2002–2006.
Tribunal khusus yang menangani kejahatan terkait konflik bersenjata menyatakan Mancuso bertanggung jawab atas 117 tindak kriminal yang dilakukan oleh pasukan di bawah komandonya.
Meski demikian, pengadilan membuka kemungkinan pengurangan hukuman hingga delapan tahun apabila Mancuso bersedia bekerja sama secara penuh dalam pengungkapan kebenaran serta menjalankan kewajiban reparasi bagi para korban.
Mancuso (61) merupakan mantan petinggi United Self-Defense Forces of Colombia (AUC), kelompok paramiliter sayap kanan yang dibentuk untuk melawan gerilyawan Marxis seperti FARC. Meski AUC sempat memukul mundur kelompok pemberontak di sejumlah wilayah pedesaan, organisasi ini dituduh terlibat dalam pembantaian ratusan warga sipil.
Data Truth Commission of Colombia pada 2022 mencatat konflik internal Kolombia sepanjang 1985–2018 menewaskan sedikitnya 450.000 orang, termasuk warga sipil, anggota kelompok bersenjata, dan aparat negara.
Mancuso dipulangkan ke Kolombia pada 2024 setelah menyelesaikan hukuman panjang di Amerika Serikat terkait kasus perdagangan narkoba. Ia sebelumnya diekstradisi ke AS pada 2008, tak lama setelah AUC mulai menjalani proses pelucutan senjata.
Sekembalinya ke Kolombia, Presiden Gustavo Petro menunjuk Mancuso sebagai fasilitator perdamaian. Posisi tersebut memberinya peran sebagai mediator dalam dialog antara pemerintah dan kelompok bersenjata yang masih aktif, termasuk faksi Gulf Clan, yang diperkirakan memiliki sekitar 10.000 pejuang.
Pemerintah Kolombia saat ini tengah menjajaki kesepakatan damai dengan Gulf Clan. Pada Desember lalu, kedua pihak menandatangani nota kesepahaman di Qatar yang mengatur penempatan para pejuang di kamp-kamp khusus selama proses negosiasi berlangsung.
Vonis terhadap Mancuso dinilai sebagai langkah penting dalam upaya penegakan keadilan bagi komunitas adat korban kekerasan paramiliter, sekaligus menjadi ujian bagi komitmen transparansi dan akuntabilitas dalam proses rekonsiliasi nasional Kolombia. (Kelvin Yurcel)
Baca juga: Lebih dari 80 Orang Tewas dalam Konflik Gerilyawan di Kolombia