Prabowo: FTA Indonesia-EAEU Buka Akses 290 Juta Konsumen Indonesia

Presiden Prabowo Subianto. Foto: Dok. BPMI Sekretariat Presiden.

Prabowo: FTA Indonesia-EAEU Buka Akses 290 Juta Konsumen Indonesia

Fachri Audhia Hafiez • 3 September 2026 16:51

Vladivostok: Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Perjanjian Perdagangan Bebas (Free Trade Agreement/FTA) antara Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia (EAEU) akan memberikan akses pasar yang sangat luas. Khususnya bagi produsen Eurasia yang diperkirakan menjangkau lebih dari 290 juta konsumen di Indonesia.

"Perjanjian ini merupakan arsitektur perdagangan Selatan-Selatan. Perjanjian ini membuka lima pasar bagi produsen Indonesia dan memberikan produsen Eurasia akses ke lebih dari 290 juta konsumen Indonesia," ujar Presiden Prabowo saat menyampaikan pidato pada Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, dilansir Antara, Kamis, 3 September 2026.
 


Prabowo menjelaskan bahwa perjanjian internasional ini turut mempermudah akses bagi para produsen Indonesia menuju lima negara anggota EAEU. Yakni Armenia, Belarus, Kazakhstan, Kirgizstan, dan Rusia.

Kesepakatan FTA Indonesia-EAEU yang sebelumnya telah ditandatangani di St. Petersburg pada 21 Desember 2025 tersebut mencakup skema penghapusan atau pengurangan tarif bea masuk hingga lebih dari 90 persen barang yang diperdagangkan, atau setara dengan 11.882 pos tarif.

Seiring target pemberlakuan resmi FTA pada awal 2027, Prabowo membidik peningkatan volume perdagangan bilateral Indonesia-Rusia hingga dua kali lipat pada periode peninjauan pertama.

"Di Forum ini, saya mengusulkan agar Indonesia dan Rusia menetapkan tantangan yang jelas, menggandakan perdagangan kita dalam periode peninjauan pertama Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia-EAEU," kata Prabowo.


Presiden Prabowo Subianto (tengah) dan Presiden Rusia Vladimir Putin (kedua kanan) EEF ke-11 di Vladivostok, Rusia. Foto: ANTARA/Prisca Triferna.

Lebih lanjut, Kepala Negara memaparkan keunggulan posisi Indonesia sebagai pusat dari Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) sekaligus pasar terbesar di Asia Tenggara, yang dapat menjadi pintu masuk alami (natural gateway) bagi para pelaku usaha Eurasia ke kawasan ASEAN.

Guna merealisasikan potensi tersebut, Prabowo mendorong seluruh negara anggota EAEU untuk segera menyelesaikan prosedur internal dan ratifikasi masing-masing agar perjanjian ini dapat langsung diimplementasikan begitu pertukaran notifikasi tuntas.

Di sisi lain, para delegasi bisnis Indonesia yang hadir dalam EEF ke-11 dilaporkan telah bergerak cepat melakukan persiapan teknis. Mulai dari pengiriman kargo percontohan, pemetaan pembeli, penyediaan jalur logistik, hingga penyelarasan sistem pembayaran.

(Fachri Audhia Hafiez)