Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi. Foto: dok Kemenhub.
Bandara Kembali Dibuka, Menhub Minta Pesawat Diinspeksi
Husen Miftahudin • 8 September 2026 14:45
Jakarta: Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi meminta seluruh maskapai melakukan inspeksi menyeluruh terhadap pesawat sebelum kembali beroperasi setelah erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan tidak ada abu vulkanik yang menempel maupun masuk ke bagian mesin pesawat sehingga aspek keselamatan penerbangan tetap terpenuhi. Kebijakan tersebut berjalan seiring dengan dibukanya kembali sejumlah bandara yang sebelumnya ditutup akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
"Untuk memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan, pembukaan bandara ini juga disertai dengan sejumlah catatan. Otoritas bandara bersama dengan maskapai harus melakukan inspeksi terhadap semua armada pesawat," kata Dudy seperti dikutip dari Antara, Selasa, 8 September 2026.
Dudy menegaskan otoritas bandara dan maskapai wajib memeriksa seluruh armada sebelum pesawat kembali diizinkan terbang.
Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan tidak terdapat abu vulkanik pada bagian pesawat, terutama mesin. Partikel abu vulkanik yang sangat halus dinilai berpotensi masuk ke mesin meski pesawat telah mendapat perlindungan ketika berada di area parkir.
Menurut Dudy, maskapai pada umumnya telah memiliki prosedur operasi standar untuk menutup bagian mesin pesawat saat parkir. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko paparan debu vulkanik.
Namun, perlindungan tersebut tidak menggantikan kebutuhan pemeriksaan menyeluruh sebelum pesawat kembali melayani penerbangan komersial. Pengawasan terhadap proses inspeksi melibatkan otoritas bandara, maskapai, serta pihak terkait lainnya. Setiap pesawat harus memenuhi persyaratan keselamatan sebelum kembali dioperasikan.
Kru penerbangan diminta pahami kawasan terbatas
Selain pemeriksaan armada, pilot dan kru operasional diminta memahami restricted polygon. Kawasan tersebut merupakan wilayah udara yang dibatasi karena masih terdeteksi memiliki sebaran abu vulkanik yang berpotensi membahayakan penerbangan.
Pemahaman terhadap kawasan terbatas menjadi bagian dari langkah keselamatan seiring kembali beroperasinya sejumlah bandara yang terdampak sebaran abu vulkanik.
(Ilustrasi. Foto: dok Metrotvnews.com)
Sejumlah bandara kembali beroperasi
Sejumlah bandara yang sebelumnya terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau kembali beroperasi mulai Selasa dini hari setelah melalui evaluasi keselamatan penerbangan. Dudy mengatakan operasional Bandara Soekarno-Hatta dan sejumlah bandara lain yang terdampak abu vulkanik telah kembali dibuka.
"Penutupan operasional Bandara Soekarno-Hatta beserta sejumlah bandara lain yang terkena dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau telah berakhir. Mulai Selasa, 8 September 2026, pukul 00.01 WIB, operasional bandara kembali berjalan dengan normal," ujar Dudy.
Pembukaan kembali operasional di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, dimulai dari Terminal 1 pada pukul 00.01 WIB. Setelah itu, operasional kembali dibuka di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, dan Bandara Husein Sastranegara, Bandung.
"Menyusul Bandara Budiarto Curug Banten dan Bandara Pondok Cabe Banten juga kembali dibuka pada pukul 02.25 WIB," ujar Dudy, Selasa, 8 September 2026.
Sementara itu, Bandara Radin Inten II Lampung dan Bandara Muhammad Taufiq Kiemas Lampung masih menunggu perkembangan kondisi sebaran abu vulkanik sebelum operasional kembali dibuka.