Hamas Desak BoP Tekan Israel Hentikan Pelanggaran Gencatan Senjata Gaza

Hamas mendesak Board of Peace dan mediator menekan Israel menghentikan serangan di Gaza. (Anadolu Agency)

Hamas Desak BoP Tekan Israel Hentikan Pelanggaran Gencatan Senjata Gaza

Muhammad Reyhansyah • 2 September 2026 12:49

Gaza: Hamas mendesak Dewan Perdamaian (BoP) Gaza dan para mediator untuk menekan Israel agar menghentikan serangan di Jalur Gaza dan mematuhi kesepakatan gencatan senjata setelah operasi militer Israel menewaskan dan melukai sejumlah warga Palestina pada Selasa, 1 September 2026.

Hamas mengatakan pihaknya telah menghubungi para mediator dan perwakilan BoP untuk Gaza, Nikolay Mladenov, guna meminta “tekanan maksimum” terhadap pemerintah Israel agar menghentikan serangan serta memenuhi kewajibannya berdasarkan kesepakatan.

Kelompok tersebut mengecam operasi Israel sebagai “operasi kriminal” dan menyerukan sikap internasional yang “jelas dan tegas” untuk mengutuk serangan tersebut.

Menurut Hamas, peningkatan serangan Israel bertujuan melemahkan gencatan senjata, menggagalkan upaya untuk menyelesaikan implementasinya, serta menciptakan kondisi yang memungkinkan perang Israel di Gaza kembali berlanjut.

“Berlanjutnya serangan tersebut membuat para mediator dan pihak penjamin memiliki tanggung jawab mendesak untuk mengambil tindakan, menghentikan eskalasi, dan mencegah situasi kembali berkembang menjadi konflik yang lebih luas,” kata kelompok tersebut, dikutip dari Anadolu, Rabu, 2 September 2026.

Sebelumnya pada Selasa, sedikitnya tiga warga Palestina tewas dan lebih dari 20 lainnya, termasuk anak-anak, terluka dalam serangkaian serangan Israel di kawasan Al-Katiba, sebelah barat Kota Gaza, menurut sumber medis kepada Anadolu.

Saksi mata menyebut lebih dari 16 serangan dilancarkan dalam waktu kurang dari 30 menit, disertai tembakan berat serta pengerahan pesawat dan drone Israel.

Serangan Israel di Gaza

Kantor media pemerintah Gaza mengatakan pasukan khusus Israel berupaya melakukan operasi keamanan di dalam Kota Gaza, tetapi keberadaan mereka terdeteksi sehingga militer Israel memberikan dukungan udara.

Militer Israel mengonfirmasi telah menyerang sejumlah target di Kota Gaza dengan alasan “menghilangkan ancaman” terhadap pasukannya. Menteri Pertahanan Israel Israel Katz juga mengklaim pasukannya menangkap seorang “pemimpin senior Hamas," tanpa memberikan identitasnya.

Kawasan Al-Katiba merupakan salah satu wilayah padat penduduk di Gaza yang menjadi tempat tinggal warga Palestina yang mengungsi, serta mencakup rumah sakit, universitas dan sejumlah pusat bisnis.

Israel melancarkan serangan besar-besaran ke Gaza sejak 8 Oktober 2023. Konflik tersebut berlangsung selama dua tahun dan menyebabkan kehancuran luas. Namun, dugaan pelanggaran oleh Israel terus terjadi meski gencatan senjata telah berlaku sejak 10 Oktober 2025.

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, pelanggaran selama masa gencatan senjata tersebut telah menewaskan 1.318 warga Palestina dan melukai 4.375 lainnya. Tim penyelamat juga telah menemukan ratusan jenazah dari bawah reruntuhan.

Hingga Selasa, total korban tewas akibat serangan Israel di Gaza sejak Oktober 2023 mencapai sekitar 73.462 orang, sementara 174.509 lainnya mengalami luka-luka, menurut kementerian tersebut.

Baca juga: Korban Tewas Perang Gaza Capai 73.449 Orang, 90 Persen Infrastruktur Sipil Rusak

(Willy Haryono)