Dapur mandiri di lokasi pengungsian terdampak bencana di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Dokumentasi/ Istimewa
Ribuan Porsi Makanan Disiapkan Setiap Hari untuk Korban Banjir di Pidie Jaya
Fajri Fatmawati • 9 January 2026 21:04
Pidie Jaya: Sebanyak 8.618 porsi makanan setiap hari disiapkan dan didistribusikan kepada warga terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, melalui dapur umum dan dapur mandiri yang masih beroperasi hingga awal Januari 2026.
"Penyediaan makanan tersebut ditujukan bagi warga yang masih mengungsi maupun masyarakat yang belum dapat memasak secara mandiri akibat kerusakan rumah dan peralatan dapur pascabencana hidrometeorologi yang melanda sejak 26 November 2025," kata Juru Bicara Pos Komando Penanganan Bencana Aceh, Murthalamuddin, Jumat, 9 Januari 2026.
Baca Juga :
Menkes Targetkan Pemulihan Layanan Kesehatan Pascabencana Sumatra Rampung Akhir Maret
"Sebagian warga hingga kini masih bertahan di lokasi pengungsian. Tercatat sebanyak 220 jiwa masih menempati Gedung Serbaguna Tgk Chik Pante Geulima sebagai tempat pengungsian utama," jelas Murthalamuddin.

Dapur mandiri di lokasi pengungsian terdampak bencana di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Dokumentasi/ Istimewa
Dia menyampaikan saat ini satu dapur umum beroperasi di Kantor Dinas Sosial Pidie Jaya. Selain itu, sebanyak 25 dapur mandiri tersebar di Kecamatan Meureudu dan Kecamatan Meurah Dua untuk menjangkau warga terdampak di tingkat gampong.
Dalam periode 6 hingga 7 Januari 2026, tercatat sebanyak 17.236 porsi makanan telah didistribusikan kepada masyarakat terdampak melalui dapur umum dan dapur mandiri.
"Dapur mandiri dikelola oleh relawan bersama masyarakat setempat untuk memastikan kebutuhan konsumsi warga tetap terpenuhi, khususnya bagi keluarga yang kehilangan dapur atau masih menghadapi genangan dan kerusakan rumah," ungkap Murthalamuddin.
Sementara Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya telah memperpanjang status keadaan darurat bencana melalui Surat Keputusan Bupati Pidie Jaya Nomor 516 Tahun 2025 tentang Perpanjangan Ketiga Status Keadaan Darurat Bencana Alam Hidrometeorologi selama 14 hari, terhitung sejak 1 Januari hingga 14 Januari 2026.