Kecelakaan maut terjadi di perlintasan sebidang Jalan Revolusi, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. (MI/Lilik Darmawan)
Tiga Orang Tewas Tertabrak KA Taksaka di Perlintasan Kebumen
Liliek Dharmawan • 20 June 2026 18:16
Kebumen: Kecelakaan maut terjadi di perlintasan sebidang Jalan Revolusi, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, pada Jumat malam, 19 Juni 2026. Tiga orang tewas setelah sepeda motor yang mereka tumpangi tertabrak Kereta Api (KA) Taksaka.
Kapolres Kebumen, Ajun Komisaris Besar I Putu Bagus Krisna Purnama, mengungkapkan berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan saksi, pengendara motor diduga tetap melintas meski palang pintu perlintasan telah tertutup rapat.
"Sepeda motor tersebut diduga menerobos perlintasan ketika palang pintu sudah tertutup. Pada saat bersamaan, KA Taksaka yang melaju dari arah Yogyakarta menuju Gambir melintas sehingga kecelakaan tidak dapat dihindari," katanya, di Kebumen, Sabtu, 20 Juni 2026.
Benturan keras tersebut mengakibatkan pengendara motor berinisial R, 36, warga Desa Pandansari, Kecamatan Sruweng, meninggal dunia di lokasi kejadian. Dua penumpang lain, yakni A, 31, warga Desa Condongcampur dan E, 36, warga Desa Penusupan, Kecamatan Sruweng, juga dinyatakan meninggal dunia akibat luka berat yang dialami.
Peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di jalur kereta api Kebumen-Banyumas. Ketiga korban saat itu berboncengan menggunakan satu sepeda motor Honda Beat dengan nomor polisi AA 4986 AED.
Petugas Satlantas Polres Kebumen segera melakukan penanganan di lokasi setelah menerima laporan pada pukul 22.30. Jenazah para korban kemudian dievakuasi ke RSUD dr. Soedirman Kebumen untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Putu mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan rambu-rambu keselamatan, terutama di perlintasan kereta api. Ia menekankan kereta api tidak dapat berhenti secara mendadak, sehingga menerobos palang pintu adalah tindakan yang sangat berisiko.
"Kami mengimbau seluruh pengguna jalan agar mengutamakan keselamatan. Jangan mengambil risiko dengan menerobos palang pintu yang sudah tertutup karena dapat berakibat hilangnya nyawa," tegasnya.

Ilustrasi. Medcom.id
Sementara itu, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 5 Purwokerto menyampaikan dukacita mendalam atas insiden ini. Manajer Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M. As'ad Habibuddin, mengajak masyarakat untuk lebih disiplin.
"Keselamatan di perlintasan sebidang merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengimbau pengguna jalan agar bersabar dan selalu waspada," ungkap As'ad.
Pihak KAI memastikan tidak ada korban luka dari pihak kru maupun penumpang KA Taksaka. Operasional perjalanan kereta api juga dilaporkan tetap berjalan normal tanpa mengalami keterlambatan pasca-insiden tersebut.