RS Anuntaloko Parigi Pastikan Pelayanan Tetap Optimal Pascagempa M6,7

Pelayanan RS Anuntaloko Parigi berangsur normal setelah gempa magnitudo 6,7 mengguncang kabupaten itu pada Selasa (16/6/2026). ANTARA/HO-RS Anuntaloko Parigi

RS Anuntaloko Parigi Pastikan Pelayanan Tetap Optimal Pascagempa M6,7

Lukman Diah Sari • 17 June 2026 23:47

Palu: Otoritas Rumah Sakit (RS) Anuntaloko Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, memastikan pelayanan kesehatan terhadap pasien tetap optimal setelah gempa bumi magnitudo (M) 6,7 mengguncang pada Selasa, 16 Juni 2026.

"Meski situasi darurat, pelayanan tetap menjadi hal utama," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala RS Anuntaloko Parigi Irwan dihubungi dari Palu, Rabu, 17 Juni 2026, melansir Antara.

Ia menjelaskan pasien sempat dievakuasi ke luar ruangan oleh petugas medis sesaat setelah gempa terjadi. Hingga kini, pelayanan di RS itu mulai berangsur normal dan perawatan juga telah dilakukan di ruang rawat inap. 

Otoritas RS dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat juga telah mendirikan tenda darurat di halaman Anuntaloko, untuk mengantisipasi sewaktu-waktu terjadi gempa susulan.  

"Tenda darurat dijadikan sebagai tempat evakuasi sekaligus tempat perawatan sementara. Langkah ini bagian dari mitigasi bencana," ujar dia.

Irwan mengungkap, rumah sakit sebagai salah satu objek khusus tertentu atau objek vital wajib memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat dalam kondisi apapun, termasuk dalam kondisi darurat bencana.

"Kami telah menginstruksikan petugas medis memprioritaskan pasien, bila terjadi situasi darurat segera aktifkan standar pelayanan kedaruratan," jelas Irwan.

Dampak kerusakan gempa yang melanda Sulteng. Foto: Antara.

Data sementara dirilis BPBD setempat sekitar 15 rumah warga di Parigi Moutong mengalami kerusakan akibat gempa. Belasan rumah rusak berada di empat desa yakni Desa Torue (Kecamatan Parigi Selatan) sebanyak empat rumah dengan jumlah warga terdampak empat Kepala Keluarga (KK).

Kemudian satu rumah terdampak di Desa Tolai, dengan warga terdampak satu KK dan satu lansia, lalu di Desa Torue (Kecamatan Torue) sembilan rumah terdampak dengan 15 KK atau 36 jiwa, dan Desa Sausu Trans (Kecamatan Sausu) satu rumah dengan satu KK terdampak. 

(Lukman Diah Sari)