Alat berat sedang membersihkan material longsor yang menutup badan jalan di wilayah Kampung Sanehen, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah. ANTARA/HO-BPBD Aceh Tengah
Jalan Nasional di Aceh Tengah Kembali Bisa Dilalui Usai Tertimbun Longsor
Silvana Febiari • 15 September 2026 10:10
Aceh Tengah: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Tengah menyatakan jalan yang sempat tertimbun material longsor kini sudah kembali bisa dilalui kendaraan. Material longsor telah dibersihkan seluruhnya.
"Saat ini, badan jalan yang tertimbun longsor telah dibersihkan seluruhnya, termasuk sore tadi, sempat terjadi longsor susulan di lokasi yang berbeda yakni di Kampung Sanehen Kecamatan Silih Nara," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan BPBD Aceh Tengah, Iwan Ilham Abadi, dilansir dari Antara, Selasa, 15 September 2026.
Ia menjelaskan tembok penahan tanah (TPT) di pinggir jalan nasional tersebut rubuh. Kondisi itu dikhawatirkan membahayakan pengguna jalan.
Menurut dia, pembersihan material longsor baru selesai sekitar pukul 20.40 WIB. BPBD Kabupaten Aceh Tengah mengerahkan dua unit alat berat untuk menangani material tersebut.
Rumah yang rusak akibat tanah longsor saat ini belum seluruhnya dapat dibersihkan. Proses pembersihan terkendala banyaknya perabotan yang masih harus diselamatkan pemiliknya.

Alat berat membersihkan material longsor yang menutup badan jalan di Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, Minggu, 13 September 2026. (Dokumentasi/ BPBD Kabupaten Aceh Tengah)
Bantuan masa panik bagi korban yang rumahnya terdampak longsor telah disalurkan BPBD, Dinas Sosial, dan Baitul Mal setempat. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Aceh Tengah. Adapun bantuan yang disalurkan yakni uang masa panik, sembako, tenda keluarga, peralatan masak dan bahan bangunan.
Korban meninggal dunia telah dimakamkan sekitar pukul 10.00 WIB. Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga turut hadir dan salat jenazah di Desa Tami Delem.
Sebelumnya, Nazila, bocah berusia sembilan tahun, meninggal dunia akibat tanah longsor yang dipicu hujan deras di Kampung Sanehen, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah, pada Minggu, 13 September 2026. Dalam kejadian tersebut, 13 warga lainnya juga mengalami luka-luka.