Ilustrasi. Foto: Freepik.
Belanja AI Diprediksi USD1 Triliun Tahun Ini, Naik ke USD1,4 Triliun pada 2027
Eko Nordiansyah • 20 September 2026 13:35
New York: UBS memperkirakan belanja modal kecerdasan buatan (AI) akan mencapai hampir USD1 triliun pada 2026 sebelum naik menjadi sekitar USD1,4 triliun pada 2027. Lonjakan biaya memori menjadi penyumbang terbesar dari peningkatan tersebut.
Dikutip dari Investing, Minggu, 20 September 2026, estimasi terbaru bank tersebut menempatkan total belanja modal AI di angka USD998 miliar tahun ini, hampir dua kali lipat dari USD506 miliar yang tercatat pada 2025. Belanja diperkirakan akan kembali naik menjadi USD1,447 triliun pada tahun depan.
Memori muncul sebagai sumber utama pertumbuhan tersebut seiring dengan kenaikan harga yang tajam.
UBS memperkirakan belanja memori akan melonjak dari USD71 miliar pada 2025 menjadi USD367 miliar tahun ini dan USD923 miliar pada 2027. Biaya terkait AI lainnya diperkirakan sebesar USD631 miliar pada 2026 sebelum turun menjadi USD525 miliar pada tahun depan.
Hal ini berarti biaya memori yang lebih tinggi akan menyumbang sekitar 60 persen dari peningkatan belanja modal AI tahun ini dan bahkan melampaui total peningkatan bersih pada tahun 2027, mengingat belanja untuk komponen lain mengalami penurunan.
Selama periode dua tahun tersebut, UBS menghitung bahwa sekitar 90 persen dari peningkatan belanja modal AI yang hampir mencapai USD1 triliun antara tahun 2025 dan 2027 akan berasal dari belanja memori yang lebih tinggi.

(Ilustrasi. Foto: Freepik)
Perubahan komposisi investasi AI
Pergeseran ini juga akan mengubah komposisi investasi AI secara drastis. Menurut bank tersebut, memori mencakup sekitar 14 persen dari total belanja modal AI pada tahun 2025. Porsinya diperkirakan akan naik menjadi 37 persen tahun ini dan mencapai 64 persen pada tahun 2027.Peningkatan ini membawa implikasi ekonomi yang lebih luas, bergantung pada apakah tambahan belanja tersebut mencerminkan harga memori yang lebih tinggi atau volume yang lebih besar.
UBS menyatakan bahwa kenaikan yang didorong oleh harga hanya akan memberikan dampak kecil terhadap produk domestik bruto (PDB) riil AS. Sebaliknya, belanja tersebut akan mencerminkan pengalihan pendapatan dan keuntungan kepada produsen memori di Asia, sehingga memberikan kontribusi positif terhadap PDB di negara-negara tersebut.
Estimasi ini menyoroti bagaimana aspek ekonomi dari siklus investasi AI sedang bergeser dari sekadar besaran belanja infrastruktur menuju peningkatan biaya komponen yang diperlukan untuk mendukung sistem komputasi yang semakin canggih dan bertenaga.