Waspada Erupsi Eksplosif, Lewotobi Laki-laki Berstatus Awas

Gunung Lewotobi Laki-laki terpantau dari Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). ANTARA/Gecio Viana

Waspada Erupsi Eksplosif, Lewotobi Laki-laki Berstatus Awas

Whisnu Mardiansyah • 24 November 2025 22:56

Flores Timur: Badan Geologi Kementerian ESDM menaikkan status aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, dari Level III (Siaga) menjadi Level IV (Awas) per Senin, 24 November 2025, pukul 21.00 Wita. Peningkatan status ini menyusul adanya indikasi suplai magma baru yang bergerak cepat menuju permukaan.

"Berdasarkan analisis visual dan instrumental aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki tergolong masih tinggi, oleh karena itu, tingkat aktivitasnya dinaikkan dari Level III ke Level IV," kata Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi Lana Saria dalam keterangan yang diterima di Labuan Bajo seperti dilansir Antara, Senin, 24 November 2025.

Dalam delapan jam terakhir, tercatat 64 kali gempa vulkanik dalam dan 21 kali tremor non-harmonik. Kenaikan kedua jenis gempa ini mengindikasikan suplai magma baru dalam volume besar yang bergerak cepat ke permukaan, berpotensi memicu erupsi eksplosif.

"Mulai pukul 14.00 Wita terjadi peningkatan aktivitas gempa vulkanik dalam yang mengindikasikan suplai magma baru bergerak cukup cepat menuju permukaan sehingga berpotensi erupsi eksplosif," jelas Lana.
 


Erupsi terakhir gunung ini tercatat pada 18 Oktober 2025 pukul 00.44 Wita. Dalam seminggu terakhir, fluktuasi gempa embusan menunjukkan adanya tekanan gas terkait aktivitas vulkanik di kedalaman dangkal.

Badan Geologi mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tidak beraktivitas dalam radius 6 kilometer dari pusat erupsi serta zona perluasan 7 kilometer sektoral pada arah Barat Laut–Timur Laut. Masyarakat di sekitar wilayah rawan bencana diminta mewaspadai potensi banjir lahar, terutama pada daerah aliran sungai yang berhulu di puncak gunung seperti Nawakote, Dulipali, Nobo, Hokeng Jaya, hingga Nurabelen.

Bagi warga yang terdampak hujan abu dianjurkan menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk melindungi saluran pernapasan. Masyarakat diharapkan tetap tenang, mengikuti arahan pemerintah daerah, dan tidak mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya.

Lana juga mengingatkan potensi gangguan operasional bandara dan jalur penerbangan jika sebaran abu vulkanik mengarah ke area tersebut. Masyarakat dihimbau tetap tenang dan selalu mengupdate informasi resmi dari pihak berwenang.
 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)