BUMN Dorong Infrastruktur Berdampak, dari Sekolah hingga Ketahanan Air

Bendungan. Foto: dok Brantas Abipraya.

BUMN Dorong Infrastruktur Berdampak, dari Sekolah hingga Ketahanan Air

Husen Miftahudin • 24 September 2026 21:26

Jakarta: Pembangunan infrastruktur tidak hanya berkaitan dengan penyelesaian proyek secara fisik, tetapi juga manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. Infrastruktur pendidikan, sumber daya air, irigasi, hingga konektivitas menjadi bagian dari pembangunan yang berperan dalam mendukung aktivitas masyarakat dan perekonomian.
 
Salah satu perusahaan yang melakukan hal tersebut adalah BUMN konstruksi, PT Brantas Abipraya (Persero). Sejumlah proyek yang dikerjakan mencakup pembangunan Sekolah Rakyat, bendungan, jaringan irigasi, hingga infrastruktur jalan di berbagai wilayah Indonesia.
 
Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya Dian Sovana mengatakan pembangunan infrastruktur memiliki arti lebih luas ketika hasilnya mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan mendukung peningkatan kualitas hidup.
 
"Bagi kami, sebuah karya infrastruktur tidak berhenti ketika konstruksinya selesai. Nilai sebuah proyek juga terlihat dari bagaimana infrastruktur tersebut dapat digunakan, memberikan manfaat, dan menjawab kebutuhan masyarakat. Prinsip inilah yang terus kami bawa dalam menjalankan berbagai penugasan perusahaan," ujar Dian, dikutip dari keterangan tertulis, Kamis, 24 September 2026.
 
Salah satu proyek yang dikerjakan ialah pembangunan 18 Sekolah Rakyat yang tersebar di Kalimantan Selatan, Sulawesi Tenggara, Jawa Barat 1, Jawa Barat 2, Jawa Timur, Sulawesi Utara, dan Lampung. Pembangunan fasilitas pendidikan tersebut menjadi bagian dari penyediaan sarana yang dapat menunjang kegiatan belajar masyarakat di sejumlah wilayah.
 
Selain pendidikan, kebutuhan infrastruktur juga berkaitan erat dengan ketersediaan sumber daya air. Perubahan pola cuaca dan meningkatnya risiko kekeringan di sejumlah wilayah membuat pengelolaan air menjadi salah satu aspek penting dalam pembangunan.
 

 

Bendungan perkuat ketersediaan air

 
Sementara itu, pembangunan bendungan dilakukan di sejumlah wilayah Indonesia untuk mendukung kebutuhan air baku, irigasi, pengendalian banjir, hingga ketahanan pangan.
 
Beberapa di antaranya ialah Bendungan Keureuto di Aceh Utara, Bendungan Kering Cijurey di Jawa Barat, Bendungan Sidan di Bali, Bendungan Semantok di Jawa Timur, serta Bendungan Budong-Budong di Sulawesi Barat.
 
Saat ini, sejumlah proyek bendungan strategis lainnya juga tengah dikerjakan, termasuk Bendungan Cabean di Blora, Jawa Tengah, dan Bendungan Mbay di Nusa Tenggara Timur (NTT).
 
Infrastruktur sumber daya air tersebut memiliki keterkaitan langsung dengan aktivitas masyarakat, terutama dalam pemenuhan kebutuhan air dan dukungan terhadap sektor pertanian.
 
Pembangunan, rehabilitasi, dan modernisasi jaringan irigasi juga menjadi bagian dari pengembangan infrastruktur di berbagai daerah. Bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Brantas Abipraya turut berkolaborasi dalam pengembangan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT).
 
Infrastruktur ini dikembangkan sebagai salah satu solusi bagi wilayah kering, rawan kekeringan, atau daerah yang belum terjangkau jaringan irigasi permukaan seperti bendungan dan waduk.
 
Keberadaan jaringan irigasi diharapkan dapat mendukung distribusi air ke lahan pertanian. Infrastruktur tersebut juga berkaitan dengan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan di daerah.



(Aktivitas kegiatan belajar mengajar di Sekolah Rakyat Terintegrasi di Soreang, Kabupaten Bandung. Foto: dok Brantas Abipraya)
 

Perkuat mobilitas

 
Infrastruktur konektivitas menjadi bagian lain dari pembangunan yang berhubungan dengan aktivitas masyarakat dan distribusi barang. Sejumlah proyek jalan tol dan jalan bebas hambatan dikerjakan untuk mendukung mobilitas serta menghubungkan berbagai kawasan.
 
Di antaranya Tol Cisumdawu yang mendukung konektivitas Subang-Sumedang-Bandung hingga Bandara Kertajati dan Jalan Bebas Hambatan IKN Seksi 6B yang mendukung konektivitas kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
 
"Bagi kami, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari berdirinya sebuah infrastruktur, tetapi dari manfaat yang hadir setelahnya. Ketika sekolah dapat menjadi ruang belajar yang layak, bendungan menjaga ketersediaan air, mendukung produktivitas pertanian dan konektivitas, di situlah pembangunan memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat," kata Dian.
 
Menurut Dian, pembangunan berbagai proyek tersebut melibatkan kerja bersama antara perusahaan, mitra kerja, dan pemangku kepentingan. Fokusnya tidak hanya pada penyelesaian konstruksi, tetapi juga memastikan infrastruktur dapat berfungsi sesuai kebutuhan wilayah.
 
Upaya tersebut membuat Brantas Abipraya meraih penghargaan Prominent Awards 2026 untuk kategori "Excellence in High-Impact Infrastructure Delivery" yang digelar Metro TV. Penghargaan tersebut menempatkan Brantas Abipraya sebagai salah satu penerima apresiasi dalam Klaster BUMN dan Anak Usaha BUMN, dalam ajang Prominent Awards 2026 yang tahun ini mengusung tema "Indonesia Berdaya".
 
"Penghargaan ini mengapresiasi kerja panjang di balik setiap karya. Namun, ukuran keberhasilannya tetap pada manfaat yang dirasakan masyarakat. Karena itu, kami akan terus menjaga kualitas dan ketepatan pelaksanaan, sekaligus memastikan setiap infrastruktur yang dibangun mampu menjawab kebutuhan di wilayahnya," papar Dian.

(Husen Miftahudin)