Ilustrasi pengeboran minyak lepas pantai. Foto: Xinhua/Du Penghui.
Harga Minyak Mentah Dunia Anjlok hingga 11% Imbas Pembukaan Selat Hormuz
Husen Miftahudin • 18 April 2026 08:44
Houston: Harga minyak pada perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB) sempat pulih dari titik terendah sesi perdagangan, tetapi masih berada di zona merah.
Ini terjadi setelah Iran dan Amerika Serikat (AS) menyatakan Selat Hormuz dibuka sementara, menghilangkan kendala pada jalur pelayaran penting yang telah memicu kekhawatiran akan lonjakan inflasi yang meluas.
Mengutip Investing.com, Sabtu, 18 April 2026, harga minyak mentah Brent berjangka sebagai patokan harga minyak internasional untuk kontrak beli atau jual di masa depan, anjlok sebanyak 8,8 persen menjadi USD90,63 per barel.
Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) sebagai standar untuk penetapan harga minyak di AS juga merosot hingga sebanyak 11,1 persen menjadi USD84,14 per barel.
| Baca juga: Iran Buka Kembali Selat Hormuz untuk Lalu Lintas Komersial |
Selat Hormuz akhirnya dibuka
Selat Hormuz sebagai jalur penting bagi distribusi minyak mentah dunia akhirnya kembali dibuka. Ini diumumkan oleh Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi melalui platform media sosial X.
"Sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon, jalur bagi semua kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka untuk sisa periode gencatan senjata," kata Abbas Araghchi.
Menanggapi keputusan tersebut, Presiden AS Donald Trump seketika langsung mengucapkan terima kasihnya kepada Iran yang diunggal melalui media sosial pribadinya. "Iran baru saja mengumumkan bahwa Selat Iran (Selat Hormuz) telah sepenuhnya terbuka dan siap untuk dilalui. Terima Kasih," tulis Trump.
Trump sebelumnya mengumumkan gencatan senjata 10 hari antara Israel dan Lebanon. Serangan Israel yang terus berlanjut terhadap target Hizbullah di Lebanon telah menjadi titik permasalahan dalam negosiasi keseluruhan antara Iran dan AS.
Reuters melaporkan para investor telah memasang taruhan senilai sekitar USD760 juta pada penurunan harga minyak sekitar 20 menit sebelum pengumuman pembukaan kembali Iran, mengutip data LSEG.
.jpg)
(Ilustrasi pergerakan harga minyak. Foto: dok ICDX)
Negosiasi akan dilanjutkan akhir pekan ini
Sebelumnya, Trump mengisyaratkan negosiasi antara Washington dan Teheran mungkin akan dilanjutkan akhir pekan ini. AS dan Iran "sangat dekat" untuk mencapai kesepakatan, kata Trump, menambahkan Iran telah setuju untuk tidak memiliki senjata nuklir selama lebih dari 20 tahun.
Keinginan untuk meredam ambisi nuklir Iran telah disebut oleh Trump sebagai alasan utama perang, yang dimulai dengan serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari. Sebagai balasannya, Iran menyerukan pencabutan sanksi internasional.
Trump mengisyaratkan ia akan mempertimbangkan untuk memperpanjang gencatan senjata sementara dengan Iran, yang akan berakhir pada penghujung bulan ini, jika Washington hampir mencapai kesepakatan dengan Teheran.
Axios melaporkan Washington dan Teheran sedang membahas rencana tiga halaman untuk mengakhiri konflik tersebut, mengutip pejabat yang mengetahui masalah tersebut. Salah satu bagian dari proposal tersebut mencakup pelepasan dana beku Iran sebesar USD20 miliar oleh AS sebagai imbalan atas persetujuan Iran untuk menyerahkan uranium yang diperkaya.
Namun, Trump kemudian dalam wawancara telepon dengan Bloomberg News mengatakan bahwa Iran telah setuju untuk menangguhkan program nuklirnya tanpa batas waktu dan tidak akan menerima dana beku apa pun dari AS.
Reuters melaporkan bahwa masih terdapat perbedaan signifikan antara AS dan Iran terkait kesepakatan untuk mengakhiri perang, mengutip seorang pejabat senior Iran, yang menambahkan menjaga Selat Hormuz tetap terbuka bergantung pada kepatuhan AS terhadap ketentuan gencatan senjata.