Kebakaran Lahan Gambut di Air Hitam Pekanbaru Padam Total

Manggala Agni Daops Pekanbaru ketika memadamkan kebakaran lahan di Air Hitam. ANTARA/HO-Manggala Agni

Kebakaran Lahan Gambut di Air Hitam Pekanbaru Padam Total

Lukman Diah Sari • 10 July 2026 08:14

Pekanbaru: Manggala Agni Daerah Operasi Sumatra IV/Pekanbaru, Provinsi Riau, tuntas memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas satu hektare di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Pemadaman tuntas selama dua hari di Lokasi Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Payung Sekaki, yakni pada Rabu, 8 Juli 2026, dipadamkan seluas 0,2 hektare dan sisanya, pada Kamis, 9 Juli 2026. 

"Kebakaran terjadi pada vegetasi pakisan, semak belukar, dan sawit di atas tanah gambut. Saat ini status api sudah padam total," kata Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatra Kementerian Kehutanan (Kemenhut) Ferdian Krisnanto dalam keterangan di Pekanbaru, Jumat, 10 Juli 2026, melansir Antara.

Dia mengatakan pemadaman dilakukan bersama tim lainnya dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Kepolisian dan TNI. Manggala Agni menggunakan peralatan satu mesin, selang, nozel, serta pompa jinjing untuk memadamkan karhutla.

Sementara itu untuk sumber air diambil dari kanal di sekitar yang lebarnya dua meter dan kedalaman satu meter. Status lahan merupakan milik masyarakat yang masuk dalam fungsi kawasan Area Peruntukan Lain (APL).

"Teknis pemadaman, Tim 1 menggunakan satu unit mesin pompa Mini Striker dengan pola satu jalur untuk memadamkan bara api yang tersebar acak. Tim 2 menggunakan satu unit mesin pompa Mini Striker dengan pola satu jalur pemadaman untuk melakukan pendingin," ujarnya.

Ilustrasi kebakaran lahan. ANTARA/HO-BPBD Aceh Barat

Ferdinan menambahkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan prediksi tingkat potensi kebakaran (Fine Fuel Moister Code/FFMC) satu pekan ke depan kemungkinan akan meningkat di Pulau Sumatera. 

"FFMC menunjukkan tingkat potensi kemudahan terjadinya kebakaran ditinjau dari parameter cuaca pada bahan-bahan ringan mudah terbakar di lapisan atas permukaan tanah, seperti humus permukaan, sampah dedaunan kering, alang-alang, dan bahan ringan lain yang biasanya menutupi lantai hutan pada kedalaman 1-2 centimeter," jelas dia.

(Lukman Diah Sari)