Ilustrasi karhutla. ANTARA/HO-BPBD Sumedang.
Antisipasi Karhutla, Polda Kalsel Gencarkan Patroli Terpadu
Lukman Diah Sari • 9 July 2026 06:47
Banjarbaru: Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) mengoptimalkan patroli terpadu sebagai upaya mencegah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada puncak musim kemarau 2026.
"Saya sudah perintahkan seluruh jajaran yang wilayahnya terdapat lokasi rawan karhutla untuk meningkatkan patroli gabungan bersama instansi terkait," kata Kapolda Kalsel Irjen Rosyanto Yudha Hermawan melansir Antara, Kamis, 9 Juli 2026.

Kapolda Kalsel Irjen Rosyanto Yudha Hermawan ketika rakor pencegahan karhutla di Banjarbaru, Rabu (8/7/2026). ANTARA/Firman
Ia menekankan pentingnya langkah pencegahan melalui patroli serta deteksi dini titik panas (hotspot). Kemudian, jika menemukan terjadinya kebakaran lahan, personel diminta secepatnya bertindak melakukan pemadaman sebelum api membesar.
Tangkap Pembakar Lahan dan Hutan
Yudha juga menggarisbawahi perlunya edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat berperan aktif dalam mencegah karhutla."Ini tugas Bhabinkamtibmas yang harus memastikan warganya patuh dengan tidak membakar lahan secara sengaja," tegasnya. Jika ditemukan unsur kesengajaan, fungsi reserse kriminal (Reskrim) akan langsung bertindak melakukan penyelidikan dan menjerat pelaku sesuai aturan hukum yang berlaku.
"Tidak ada toleransi bagi pembakar lahan, tangkap dan proses hukum!" tegas Kapolda.
Berdasarkan prakiraan BMKG, musim kemarau pada 2026 diprediksi lebih panas dan kering. Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September, sehingga potensi karhutla meningkat secara signifikan.