Helikopter water bombing milik BNPB beraktivitas di atas area lahan kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten pada Selasa (7/7/2026) untuk melakukan pemadaman api. ANTARA/Azmi Samsul M
Operasi Water Bombing di TPA Jatiwaringin Dihentikan
Whisnu Mardiansyah • 11 July 2026 18:58
Tangerang: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menghentikan operasi water bombing empat helikopter pada Sabtu, 11 Juli 2026, setelah kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang, dinyatakan terkendali.
"Berdasarkan hasil pemantauan drone thermal yang dilakukan semalam, sudah tidak ada lagi titik api ataupun hotspot di TPA Jatiwaringin. Karena itu hari ini kami sudah tidak lagi melakukan operasi water bombing," kata Kepala Bidang Pengendalian Taktis dan Evaluasi Operasi BNPB, Riswandi, di Tangerang, Sabtu, 11 Juli 2026.
Kendati operasi udara dihentikan, petugas tetap melakukan pembasahan dan pendinginan agar tumpukan sampah tetap lembap dan api tak kembali muncul.
"Fokus selanjutnya adalah pembasahan dan pendinginan, agar tumpukan sampah tetap lembap sehingga tidak memicu kebakaran kembali," kata Riswandi.
Direktur Pendayagunaan Sumber Daya dan Pengamanan Hutan Kemenhut, Suharyono, menilai keberhasilan ini buah kolaborasi solid antara pusat, daerah, dan lintas kementerian.
"Yang terjadi di TPA Jatiwaringin merupakan koordinasi dan kolaborasi yang sangat baik dari seluruh komponen, mulai pemerintah pusat hingga daerah, lintas kementerian, yang diorkestrasi dengan baik oleh Bupati Tangerang, sehingga proses pemadaman dapat berjalan cepat dan berhasil," ucapnya.
Personel Manggala Agni yang bertugas delapan hari dalam kondisi sehat. Berdasarkan pantauan, seluruh hotspot telah bersih.
"Alhamdulillah, perkembangan hotspot hingga tadi malam sudah clear, tidak ada lagi titik panas. Artinya kebakaran telah selesai," katanya.
.jpeg)
Proses pemadaman kebakaran di TPA Jatiwaringin, Tangerang. (Dok BNPB)
Sebelumnya, operasi pemadaman diperkuat dengan tambahan dua helikopter water bombing, sehingga total empat helikopter dikerahkan. Petugas gabungan juga melakukan pemadaman darat dengan metode injeksi.
Meski demikian, petugas tetap waspada terhadap potensi api yang bisa muncul kembali akibat panas tersembunyi di dalam tumpukan sampah.