Presiden Prabowo Subianto (kiri) saat menerima kunjungan kehormatan Direktur FBI AS Kash Patel, di Kertanegara, Jakarta. Foto: ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden.
Presiden Prabowo dan Direktur FBI Bahas Repatriasi Artefak
Fachri Audhia Hafiez • 23 July 2026 12:24
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kehormatan Direktur Federal Bureau of Investigation (FBI) Amerika Serikat, Kash Patel. Pertemuan ini memperkuat kerja sama bilateral, khususnya dalam pengembalian (repatriasi) artefak budaya Indonesia yang diselundupkan secara ilegal.
"Pengembalian benda-benda budaya, artefak budaya, yang diselundupkan ke Amerika Serikat secara ilegal dan setelah dilakukan satu provenance research atau asal-usul, maka benda-benda itu kemudian dikembalikan dan dibawa langsung oleh Bapak Kash Patel kepada Pak Presiden Prabowo Subianto," kata Menteri Kebudayaan Fadli Zon usai pertemuan di kawasan Kertanegara, Jakarta, dilansir Antara, dikutip Kamis, 23 Juli 2026.
Fadli menjelaskan artefak yang dikembalikan tersebut berasal dari Papua, mencakup warisan budaya masyarakat Suku Dani, Suku Asmat, dan masyarakat kawasan Danau Sentani. Benda-benda bersejarah tersebut menjadi bagian penting dalam memulihkan kedaulatan budaya nasional.
Ia mengungkapkan, kerja sama antara Indonesia dan FBI dalam penyelamatan benda budaya telah terjalin lama. Pihak FBI tercatat beberapa kali membantu memulangkan aset budaya Indonesia yang dicuri, seperti arca perunggu hingga artefak dari berbagai situs bersejarah.
"Kita harapkan kerja sama dengan FBI terutama terkait dengan repatriasi, restitusi benda-benda budaya ini ke depannya akan semakin kuat, didukung juga oleh Sekretariat Negara dan juga Kementerian Luar Negeri," tutur Fadli.
.jpg)
Menteri Kebudayaan Fadli Zon. Foto: Metrotvnews.com/Fachri Audhia Hafiez.
Artefak hasil repatriasi tersebut rencananya akan dipajang untuk publik. Upaya ini sebagai bentuk komitmen dalam mengedukasi masyarakat dan memperkaya pengetahuan sejarah bangsa.
"Saya kira ini adalah bagian dari upaya untuk mengembalikan kedaulatan budaya kita untuk menyempurnakan pengetahuan budaya, dan kita tentu akan exhibit ini, akan memamerkan ini di Museum Nasional," ujar Fadli.