Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur menerapkan rekayasa lalu lintas di kawasan simpang kolong Cakung untuk mencegah kemacetan panjang. Foto: ANTARA/HO-Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur.
Dishub DKI Panggil 19 Depo Peti Kemas Buntut Macet Parah di Cakung
Fachri Audhia Hafiez • 23 July 2026 12:07
Jakarta: Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta memanggil 19 pengelola depo peti kemas di kawasan Jakarta Timur dan Jakarta Utara. Pemanggilan ini guna menindaklanjuti kemacetan parah yang kerap terjadi di Simpang Kolong Cakung.
"Jadi hari ini kita akan panggil seluruh depo yang ada di sekitar sini. Ini jumlahnya ada 19. Di Jakarta Timur ada tujuh, di Utara ada 12. Kita akan rapatkan dengan para depo itu semua," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Budi Awaluddin di Jakarta, dilansir Antara, Kamis, 23 Juli 2026.
Budi menjelaskan bahwa kemacetan dipicu oleh melonjaknya volume peti kemas impor yang tidak sebanding dengan arus ekspor. Kondisi ini memicu penumpukan peti kemas yang melebihi kapasitas (overload) di depo-depo area tersebut.
"Nah, di satu sisi para truk ini juga ingin masuk membawa peti kemas yang kosong. Akhirnya menumpuklah di situ," jelas Budi.
Guna mengatasi permasalahan tersebut, Dishub DKI mendesak pengelola terminal peti kemas agar menaikkan batas kapasitas penumpukan. Hal ini untuk mencegah antrean tidak meluber ke badan jalan.
"Ini yang kami juga akan meminta ke depannya agar batas kapasitasnya bisa ditingkatkan, seperti itu. Kalau memang saat ini kan 65 persen, bisa 75 atau 85 persen. Sehingga kejadian seperti ini tidak terulang lagi," ujar Budi.

Kondisi kemacetan panjang di ruas Jalan Raya Bekasi hingga Jalan Raya Cakung-Cilincing. Foto: ANTARA/Instagram/jktinfo.
Dishub DKI telah menerapkan rekayasa lalu lintas dengan menutup sementara putaran (u-turn) Cakung di kawasan Cakung-Cilincing. Arus kendaraan dialihkan menuju Terminal Tanah Merdeka yang mampu menampung sekitar 200 truk kontainer sebagai kantong parkir sementara.
Budi mengimbau para pengemudi truk kontainer yang hendak memutar arah agar mematuhi instruksi petugas di lapangan. Selain itu, memanfaatkan Terminal Tanah Merdeka untuk beristirahat hingga arus lalu lintas kembali terurai.