Pemprov DKI Gratiskan Kontainer Parkir Terminal Tanah Merdeka hingga 5 Agustus 2026

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Antara.

Pemprov DKI Gratiskan Kontainer Parkir Terminal Tanah Merdeka hingga 5 Agustus 2026

Anggi Tondi Martaon • 23 July 2026 11:38

Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo memutuskan untuk membebaskan tarif parkir di Terminal Tanah Merdeka bagi truk kontainer yang ingin berhenti di tempat tersebut. Sehingga, kendaraan berat tersebut tidak berenti di sepanjang jalan saat tidak kosong.

“Karena ini rata-rata adalah kontainer kosong, mereka kan nggak mau bayar distribusi. Maka untuk itu, dari tanggal 22 Juli sampai 5 Agustus Pemprov DKI Jakarta memberikan diskresi pembebasan tarif agar tidak parkir di sepanjang jalan. Supaya mereka parkir di tempat yang disiapkan,” kata Pramono dikutip dari Antara, Kamis, 23 Juli 2026.

Hal itu diputuskan sebagai solusi dari kemacetan yang sempat terjadi di Cakung-Cilincing. Kemacetan disebabkan karena jumlah antara kontainer yang keluar dan masuk tidak berimbang.

Dengan adanya kebijakan tersebut, ia berharap kontainer-kontainer tak lagi parkir di pinggir jalan. Sehingga arus lalu lintas kembali lancar. 

“Tidak boleh lagi ada parkir di jalanan. Itulah yang menyebabkan kemacetan yang luar biasa. Maka kita gunakan Terminal Tanah Merdeka sebagai buffer zone (zona penyangga),” ungkap Pramono.

Pramono menjelaskan, Terminal Tanah Merdeka mampu menampung sebanyak 200 kontainer. “Jadi sekali lagi, kami meminta kepada siapapun yang mempunyai aktivitas itu, silakan memanfaatkan diskresi yang dikeluarkan oleh gubernur untuk parkirnya di Tanah Merdeka yang mampu nampung lebih dari 200 kontainer,” jelas Pramono.

Kondisi antrean truk yang ingin memutar arah di putaran Cakung. Foto: Antara.

Sebelumnya, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta memberlakukan rekayasa lalu lintas dengan menutup sementara putaran Cakung di kawasan Cakung-Cilincing. Hal itu dilakukan untuk mengurangi kepadatan arus kendaraan, khususnya antrean truk kontainer.

"Iya, jadi tadi kan kita lihat (semalam) padat banget ya, dan tidak bergerak sama sekali. Ternyata salah satunya adalah di putaran ini. Semua antre di sini. Oleh karenanya kita tutup putaran ini," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Budi Awaluddin, dikutip dari Antara, Kamis, 23 Juli 2026.

Menurut Budi, antrean truk yang ingin memutar arah membuat arus lalu lintas tidak bergerak. Pihaknya mengalihkan arus kendaraan menuju kawasan Terminal Tanah Merdeka, yang dinilai lebih memadai sebagai tempat menunggu dibandingkan antre di badan jalan.

(Anggi Tondi)