Ilustrasi freepik
Kapan Ramadan 2027? Ini Perkiraan Awal Puasa 1448 H
Putri Purnama Sari • 2 September 2026 17:53
Jakarta: Bulan Ramadan merupakan salah satu bulan yang istimewa dan penuh rahmat bagi umat Muslim. Pada bulan ini, umat Islam menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT.
Berbagai keistimewaan yang terdapat pada bulan Ramadan membuat kedatangannya selalu dinantikan oleh umat Muslim. Dalam kalender Hijriah, Ramadan merupakan bulan ke-9 setelah Syaban. Artinya, masih ada enam pergantian bulan hingga memasuki bulan Ramadan 1448 H.
Penetapan awal Ramadan umumnya menggunakan metode hisab dan rukyat. Pemerintah Indonesia menggunakan metode gabungan sebagaimana amanat Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penetapan Awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah.
Dengan mengetahui perkiraan waktu masuknya bulan Ramadan, umat Muslim dapat mempersiapkan diri, mulai dari mengganti puasa yang terlewat hingga memperbanyak ibadah agar dapat menjalani bulan Ramadan dengan khusyuk. Berikut perkiraan waktu datangnya bulan Ramadan 2027.
Perkiraan Bulan Ramadan 2027
Di Indonesia, terdapat beragam metode yang digunakan untuk menentukan awal bulan dalam kalender Hijriah. Perbedaan metode tersebut dipengaruhi oleh pendekatan yang digunakan masing-masing organisasi atau kelompok dalam menetapkan penanggalan Hijriah.
Berikut perkiraan awal Ramadan 2027 berdasarkan kalender Muhammadiyah serta perhitungan pemerintah dan Nahdlatul Ulama (NU).
Perkiraan Bulan Ramadan 2027 Berdasarkan Muhammadiyah
Menurut Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) Muhammadiyah, 1 Ramadan 1448 H atau awal Ramadan 2027 jatuh pada Senin, 8 Februari 2027. Penetapan tersebut berdasarkan metode hisab hakiki kontemporer yang digunakan Muhammadiyah.
Dengan demikian, malam pertama Ramadan yang ditandai dengan pelaksanaan salat tarawih akan jatuh pada Minggu, 7 Februari 2027. Berikut sejumlah tanggal penting bulan Ramadan berdasarkan KHGT Muhammadiyah:
- 7 Februari 2027 — Malam 1 Ramadan, malam pertama salat tarawih.
- 8 Februari 2027 — 1 Ramadan 1448 H, awal puasa.
- 24 Februari 2027 — 17 Ramadan 1448 H, Nuzulul Quran.
- 6 Maret 2027 — 27 Ramadan 1448 H, malam yang sering dikaitkan dengan pencarian Lailatul Qadar.
- 8 Maret 2027 — 29 Ramadan 1448 H, akhir puasa.
- 9 Maret 2027 — 1 Syawal 1448 H, Idulfitri.
Perkiraan Bulan Ramadan 2027 Berdasarkan Pemerintah dan NU

Ilustrasi Medcom.id
Pemerintah Indonesia tidak hanya menggunakan perkiraan kalender sebagai metode penetapan pergantian bulan Hijriah.
Berdasarkan PMA Nomor 1 Tahun 2026, penentuan awal bulan menggunakan metode hisab dan rukyatul hilal dengan kriteria imkanur rukyat MABIMS, yakni tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat. Apabila kriteria tersebut tidak terpenuhi, bulan berjalan digenapkan menjadi 30 hari sebelum berganti ke bulan berikutnya.
Mengacu pada data tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan ijtimak atau konjungsi awal Ramadan 1448 H terjadi pada Sabtu, 6 Februari 2027 pukul 15.56.02 UT atau 22.56.02 WIB.
Tinggi hilal di Indonesia saat matahari terbenam pada hari tersebut diperkirakan berada pada kisaran -4,52 derajat di Jayapura hingga -3,22 derajat di Tua Pejat. Artinya, hilal masih berada di bawah ufuk atau di bawah 0 derajat sehingga mustahil terlihat.
Apabila mengacu pada perhitungan kalender Hijriah, awal Ramadan 1448 H kemungkinan besar juga akan bertepatan dengan 8 Februari 2027.
Dengan demikian, bulan Ramadan 2027 diperkirakan jatuh pada Februari 2027. Umat Muslim dapat mengisi waktu sembari menunggu datangnya Ramadan dengan memperbanyak ibadah dan mengganti puasa yang masih menjadi kewajiban. Adapun tanggal resmi penetapan awal Ramadan akan mengacu pada keputusan pemerintah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
(Yaumil Tianri Rahmi)