Kepala Dinkes NTB dr Lalu Hamzi Fikri. ANTARA/Nur Imansyah
Bocah 12 Tahun di NTB Positif Terjangkit Super Flu
Whisnu Mardiansyah • 14 January 2026 21:18
Mataram: Dinas Kesehatan (Dinkes) Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan seorang anak perempuan berusia 12 tahun di daerah itu positif terjangkit Influenza A (H3N2) subclade K atau yang dikenal sebagai "Super Flu".
Kepala Dinkes NTB, Lalu Hamzi Fikri, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan penyakit tersebut. "Berdasarkan hasil pemeriksaan sequencing influenza yang diterima pada 5 Januari 2026, terkonfirmasi 1 kasus positif Influenza A (H3N2) subclade K pada seorang anak perempuan berusia 12 tahun," ujarnya di Mataram seperti dilansir Antara, Rabu, 14 Januari 2026.
Temuan kasus ini didapat setelah Dinkes NTB mengirim delapan sampel spesimen dari anak-anak bergejala flu pada 10 November 2025 ke Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Surabaya untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Menindaklanjuti kasus yang terjadi pada 5 November 2025, Dinkes segera melakukan penyelidikan epidemiologis dan penanganan di lapangan. Pemeriksaan serta pemantauan ketat dilakukan terhadap kontak erat dan lingkungan sekitar kasus selama dua kali masa inkubasi virus.
"Hasil pemantauan menunjukkan tidak ditemukan kasus tambahan, sehingga klaster kasus ini dinyatakan berhasil dikendalikan pada November 2025," kata Hamzi Fikri.
Meski demikian, situasi belum sepenuhnya bebas risiko. Potensi penularan ulang masih dapat terjadi seiring meningkatnya mobilitas penduduk dan masuknya musim hujan yang umumnya disertai peningkatan kasus flu.
Sebagai upaya kewaspadaan, Dinkes memperkuat pemantauan kasus ILI (Influenza Like Illness) serta ISPA/Pneumonia melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) di seluruh fasyankes. Pemantauan juga dilakukan melalui surveilans sentinel ILI dan SARI (Severe Acute Respiratory Infection).
"Data SKDR dianalisis setiap minggu dan hingga saat ini tidak menunjukkan lonjakan signifikan kasus ILI, ISPA, maupun pneumonia," ujarnya.
.jpg)
Ilustrasi Medcom.id
Hamzi Fikri menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam pencegahan. Dinkes mengimbau masyarakat menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), istirahat dan nutrisi cukup, isolasi diri saat sakit, penggunaan masker, serta segera berobat jika gejala memburuk.
Dinkes NTB mengapresiasi peran tenaga kesehatan dan fasyankes yang telah bertindak cepat menangani kasus ini. Melalui koordinasi dari puskesmas hingga laboratorium regional, kasus dapat diidentifikasi dan dikendalikan dalam waktu singkat.
"Dengan kerja sama seluruh pihak, kami optimistis kejadian luar biasa (KLB) dapat dicegah serta masyarakat NTB dapat terlindungi," kata Hamzi Fikri.