Kemarau, 12 Ribu Jiwa di Karawang Terdampak Krisis Air Bersih

Ilustrasi: Petugas menyalurkan air bersih ke daerah yang dilanda kekeringan pada musim kemarau. ANTARA/Rubby Jovan/dok

Kemarau, 12 Ribu Jiwa di Karawang Terdampak Krisis Air Bersih

Lukman Diah Sari • 30 July 2026 13:32

Karawang: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang, Jawa Barat (Jabar), mencatat daerah yang dilanda kekeringan hingga mengalami krisis air bersih semakin meluas. Sebanyak 4.044 kepala keluarga (KK) yang terdiri atas 12.155 jiwa di sembilan desa terdampak musim kemarau.

"Ribuan keluarga di enam desa yang terdampak kemarau itu tersebar di empat kecamatan," ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Karawang Ferry Muharram saat dihubungi di Karawang, Kamis, 30 Juli 2026, melansir Antara.

Keempat kecamatan yang dilanda kekeringan tersebut antara lain Kecamatan Tegalwaru, Ciampel, Pangkalan, dan Telukjambe Barat. Sesuai dengan catatan BPBD Karawang, hingga saat ini daerah terparah yang dilanda kekeringan pada musim kemarau tahun ini ialah Kecamatan Tegalwaru.

Meski hanya dua desa yang terdampak di wilayah tersebut, yakni Desa Kutalanggeng dan Cintalanggeng, jumlah warga yang terdampak kekeringan cukup banyak, mencapai 1.386 KK dengan 3.876 jiwa.

Distribusi Wilayah Terdampak Krisis Air

Sementara itu, di Kecamatan Pangkalan tercatat sebanyak 1.728 jiwa dari 656 KK di Desa Kertasari, Mulangsari, dan Jatilaksana, terdampak bencana kekeringan yang mengakibatkan krisis air bersih.


Petani melihat tanaman padi di area sawah tadah hujan yang mengering di Desa Suak Raya, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, Aceh. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas

Kemudian, di Kecamatan Telukjambe Barat, krisis air bersih melanda Desa Wanakerta. Tercatat sebanyak 417 KK yang terdiri atas 1.590 jiwa terdampak di desa tersebut. Sementara di Kecamatan Ciampel terdapat sekitar 1.200 KK di tiga desa yang terdampak kekeringan, yakni Desa Parungmulya, Mulyasejati, dan Kutanegara.

Ferry menyampaikan, sejak sejumlah daerah di Karawang mengalami kekeringan pada 11 Juni 2026 hingga kini, BPBD Karawang bersama pihak terkait terus mendistribusikan air bersih ke desa-desa yang dilanda krisis. BPBD Karawang menyatakan akan terus memantau perkembangan bencana kekeringan dan menyalurkan bantuan air bersih selama musim kemarau berlangsung.

(Lukman Diah Sari)