Ilustrasi. Foto: Dok MI
Produksi Padi dan Jagung Naik Tipis pada Semester I-2026
Ihfa Firdausya • 3 August 2026 14:12
Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat realisasi luas panen padi pada Juni 2026 mencapai 0,84 juta hektare (ha). Angka tersebut meningkat 6,93 persen dibanding Juni 2025 yang seluas 0,79 juta hektare.
"Seiring peningkatan luas panen, produksi padi diperkirakan meningkat 7,02 persen dari 4,01 juta ton GKG pada Juni 2025 menjadi 4,29 juta ton GKG pada Juni 2026. Begitu pula jumlah produksi beras yang tercatat mencapai 2,47 juta ton, naik 6,96 persen dibanding Juni tahun lalu," ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam konferensi pers di Jakarta, Senin, 3 Agustus 2026.
Secara kumulatif, realisasi luas panen padi selama Januari-Juni 2026 mencapai 6,31 juta hektare atau naik 0,81 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Pada semester I 2026 ini, produksi padi mencapai 33,58 juta ton GKG (naik 0,46 persen), sementara produksi beras mencapai 19,35 juta ton (naik 0,45 persen).
BPS memperkirakan potensi luas panen padi pada tiga bulan berikutnya (Juli-September 2026) akan turun 1,26 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, menjadi 3,15 juta hektare. Potensi produksi padi tiga bulan ke depan diperkirakan 16,25 juta ton GKG (turun 0,90 persen), sementara produksi beras diperkirakan 9,36 juta ton (turun 0,88 persen).

(Ilustrasi. Foto: Dok MI)
Kenaikan produksi jagung
BPS turut melaporkan realisasi luas panen jagung selama Juni 2026 mencapai 0,25 juta hektare atau turun 1,41 persen dibanding Juni 2025. Seiring penurunan luas panen, produksi jagung pipilan kering kadar air 14 persen (JPK KA 14 persen) pada Juni 2026 diperkirakan mencapai 1,50 juta ton atau turun 3,73 persen dibanding Juni tahun lalu."Namun demikian, produksi JPK KA 14 persen secara kumulatif selama Januari-Juni 2026 mencapai 8,70 juta ton, meningkat 1,62 persen dibanding Januari-Juni 2025," jelas Ateng.
in:sent epi. Tekan tab untuk menyisipkan.