Polri Bagikan 1.500 Takjil untuk Masyarakat

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko membagikan takjil kepada seorang pengemudi ojol yang melintas di depan Gedung Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (10/3/2026). (ANTARA/Nadia Putri Rahmani)

Polri Bagikan 1.500 Takjil untuk Masyarakat

Siti Yona Hukmana • 10 March 2026 19:23

Jakarta: Mabes Polri bersama sejumlah jurnalis membagikan 1.500 takjil bagi masyarakat yang melintas di depan Gedung Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 10 Maret 2026. Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan kegiatan ini merupakan agenda rutin setiap tahun.

"Polri dengan seluruh teman-teman media, wartawan Trunojoyo Mabes Polri, bersinergi, kolaborasi dalam memberikan hikmah dan berkontribusi pada berkah bulan Ramadan," kata Truno dilansir Antara, Selasa, 10 Maret 2026.

Makanan berbuka puasa dibagikan kepada masyarakat dan para pengemudi kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Pembagian itu pun disambut antusias masyarakat.

Trunoyudo berharap kegiatan ini menjadi sinergisitas dan kolaborasi yang berkesinambungan antara media, jurnalis, dan Polri, khususnya media yang bertugas meliput di Mabes Polri. Lebih lanjut, ia mengatakan saat ini sudah mulai memasuki masa arus mudik Lebaran 2026. Ia mengimbau masyarakat yang pergi mudik untuk menitipkan rumah kepada aparat wilayah setempat.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko membagikan takjil kepada seorang pengemudi ojol yang melintas di depan Gedung Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (10/3/2026).

"Tentunya lingkungan yang ditinggalkan betul-betul disampaikan kepada kepala lingkungan, baik RT, RW, dan tokoh masyarakat yang masih tinggal di sana ataupun satuan pengamanan lingkungan, dan khususnya kepada Polri, ada Bhabinkamtibmas," ungkap jenderal polisi bintang satu itu.

Truno mempersilakan masyarakat untuk menitipkan kendaraan ke kantor polisi terdekat. Karo Penmas juga mengimbau masyarakat terus mengikuti berita dari media massa yang terakurasi dan terverifikasi.

"Keselamatan paling utama dalam mudik adalah sampai dengan tujuan, bukan kecepatan," ujar Truno.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Siti Yona Hukmana)