Ilustrasi: BMKG keluarkan rilis untuk kewaspadaan adanya potensi hujan sedang hingga lebat di sebagian wilayah Maluku Utara, Senin (9/3/2026). ANTARA/HO- BMKG
BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat di Maluku Utara hingga 15 Maret
Lukman Diah Sari • 9 March 2026 22:15
Ternate: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Babullah Ternate mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi peningkatan curah hujan di wilayah Maluku Utara (Malut) pada periode 9 hingga 15 Maret 2026.
"Dinamika atmosfer dalam skala global, regional, dan lokal, masih memberikan pengaruh signifikan terhadap kondisi cuaca di Indonesia, termasuk di Maluku Utara, dalam sepekan ke depan," ujar Petugas Prakirawan Cuaca BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Babullah Ternate Muhammad Dzikrie AF di Ternate, Senin, 9 Maret 2026, melansir Antara.
Ia menjelaskan pada skala global Indeks ENSO di wilayah Nino 3.4 terpantau kurang berpengaruh terhadap peningkatan pola konvektif. Namun nilai Southern Oscillation Index (SOI) terpantau positif dan aktif secara spasial, sehingga berpengaruh terhadap peningkatan pembentukan awan hujan, khususnya di wilayah Indonesia bagian timur.
"Secara umum kondisi cuaca di Maluku Utara selama periode 9 hingga 15 Maret 2026 didominasi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang," kata Dzikrie.
BMKG mengingatkan adanya potensi peningkatan curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat secara fluktuatif yang dapat terjadi pada pagi, siang hingga sore, malam, maupun dini hari. BMKG juga mengimbau masyarakat untuk mewaspadai dampak turunan dari fenomena hidrometeorologi tersebut, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang, berkurangnya jarak pandang, serta angin kencang.
Adapun rincian prakiraan cuaca selama periode tersebut antara lain pada 9–10 Maret 2026 adanya potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di sebagian besar wilayah Kabupaten Pulau Morotai, Halmahera Utara, Halmahera Barat, Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, Halmahera Tengah, Halmahera Timur, Halmahera Selatan, dan sekitarnya.

Ilustrasi. (metrotvnews.com)
Selanjutnya, pada 11–12 Maret 2026 ada potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang diprakirakan terjadi di sebagian besar wilayah Pulau Morotai, Halmahera Utara, Halmahera Barat, Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, Halmahera Tengah, Halmahera Timur, Halmahera Selatan, Kepulauan Sula, serta Pulau Taliabu.
Sedangkan pada 13–15 Maret 2026 nampak potensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat diprakirakan terjadi di sebagian besar wilayah Pulau Morotai, Halmahera Utara, Halmahera Tengah, Halmahera Timur, Halmahera Selatan, Kepulauan Sula, dan Pulau Taliabu.
BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk memastikan kapasitas infrastruktur serta sistem tata kelola sumber daya air dalam kondisi siap guna mengantisipasi peningkatan curah hujan. Selain itu koordinasi, sinergi, dan komunikasi antar-pihak terkait perlu ditingkatkan guna memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.
Masyarakat juga diingatkan untuk mengenali potensi bencana di lingkungan masing-masing serta melakukan langkah pencegahan, seperti tidak membuang sampah sembarangan, menjaga kebersihan lingkungan, dan bergotong royong menata lingkungan sekitar. BMKG juga mengimbau seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat untuk terus memantau informasi resmi terkait perkembangan cuaca dari Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Babullah Ternate.