IRGC Tekan Trump: Pilih Lanjutkan Perang atau Terima Kesepakatan Iran

Sistem peluncur rudal milik IRGC. (Anadolu Agency)

IRGC Tekan Trump: Pilih Lanjutkan Perang atau Terima Kesepakatan Iran

Muhammad Reyhansyah • 4 May 2026 16:01

Teheran: Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kini harus memilih antara operasi militer yang “mustahil” atau menerima “kesepakatan buruk” dengan Iran.

Dalam unggahan di X pada Minggu, 3 Mei 2026, departemen intelijen IRGC mengatakan Teheran telah menetapkan tenggat waktu satu bulan kepada militer AS untuk mengakhiri blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

IRGC juga menyebut Eropa, Tiongkok, dan Rusia kini mengadopsi nada yang semakin kritis terhadap Washington.

“Hanya ada satu cara membaca ini: Trump harus memilih antara operasi militer yang mustahil (bisa dimenangkan) atau (mengambil) kesepakatan buruk dengan Iran,” tulis IRGC, dikutip dari TRT World, Senin, 4 Mei 2026.

“Ruang bagi pengambilan keputusan AS telah menyempit,” lanjut pernyataan itu.

AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari yang kemudian memicu balasan Teheran terhadap Israel serta sekutu-sekutu AS di kawasan Teluk, bersamaan dengan penutupan Selat Hormuz.

Gencatan Senjata dan Blokade Laut

Sejak 13 April, AS memberlakukan blokade laut yang menargetkan lalu lintas maritim Iran di jalur perairan strategis tersebut.

Gencatan senjata dua pekan sempat diumumkan pada 8 April melalui mediasi Pakistan, lalu dilanjutkan dengan pembicaraan langsung di Islamabad pada 11 April, namun tidak menghasilkan kesepakatan mengenai gencatan senjata permanen.

Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata tanpa menetapkan tenggat baru setelah adanya permintaan dari Pakistan.

Iran kini menetapkan batas waktu satu bulan untuk negosiasi menuju kesepakatan yang mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz, penghentian blokade laut AS, serta pengakhiran permanen perang di Iran dan Lebanon.

Teheran telah menyerahkan proposal revisi 14 poin kepada Washington pada Kamis sebagai kerangka kesepakatan.

Baca juga:  Daftar Lengkap 14 Poin Proposal Perdamaian Iran untuk Akhiri Perang

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)