Green SM tertabrak kereta di Bekasi Timur. Foto: Istimewa.
Apa Itu Green SM? Taksi Listrik Vietnam yang Tengah Jadi Sorotan
Ade Hapsari Lestarini • 28 April 2026 13:49
Jakarta: Perusahaan taksi berbasis kendaraan listrik, Green SM (Xanh SM) menjadi sorotan terkait kecelakaan kereta jarak jauh Argo Bromo yang menabrak KRL Commuterline di Stasiun Bekasi Timur.
Perusahaan taksi ini menjadi merek pertama layanan pemesanan mobil listrik di Vietnam. Green SM mulai membuka pasar internasional layanan seluruhnya beroperasi menggunakan mobil listrik VinFast.
Melansir laman Green SM, perusahaan ini merupakan generasi taksi tanpa aroma bensin, kebisingan mesin, baik untuk kesehatan pelanggan dan ramah lingkungan.
Sejarah Green SM
Pada 6 Maret 2023, Pham Nhat Vuong, Pimpinan Vingroup, mengumumkan peluncuran Green and Smart Mobility (GSM), sebuah perusahaan yang fokus pada penyewaan kendaraan ramah lingkungan dan cerdas. GSM dianggap menjadi pionir dalam kendaraan listrik multi-platform.
GSM beroperasi dalam dua layanan utama: pemesanan mobil listrik dan penyewaan mobil serta sepeda motor listrik, dengan investasi mencapai 20 ribu mobil dan 60 ribu sepeda motor. Selain itu juga menyediakan layanan perjalanan dengan kendaraan listrik, sekaligus menyewakan kendaraan kepada perusahaan transportasi untuk memenuhi kebutuhan akan opsi transportasi yang ramah lingkungan.
Misi GSM adalah meningkatkan penggunaan kendaraan listrik di masyarakat serta memperkenalkan kendaraan listrik VinFast secara luas, menciptakan kebiasaan baru yang cerdas dan ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.
Green SM memiliki lebih dari 80 ribu karyawan, yang mengedepankan budaya untuk menjadikan merek otomotif pilihan nasional, memimpin industri dengan pertumbuhan bisnis yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Sejumlah petugas mengevakuasi korban kecelakaan KRL jurusan Cikarang yang bertabrakan dengan Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek di stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin (27/4/2026) malam. ANTARA/Siti Nurhaliza/aa
Kecelakaan taksi listrik
Insiden kecelakaan ini diduga dipicu oleh tertempernya mobil listrik Green SM yang mogok di perlintasan sebidang. Hal ini diungkapkan oleh seorang penumpang KRL yang selamat, Andi (42). Ia menuturkan bahwa KRL Commuter Line yang ditumpanginya menuju arah timur sedang berhenti di Stasiun Bekasi Timur saat kejadian.
Saat KRL sedang berhenti, tiba-tiba rangkaian ditabrak dari arah belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek.
"Kejadiannya begitu cepat, kereta jarak jauh menabrak kami di KRL," kata Andi di lokasi, seperti dikutip dari Antara, Senin, 27 April 2026.
Green SM dalam pernyataannya menaruh perhatian penuh pada terjadinya insiden di area perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026, yang melibatkan satu kendaraan Green SM dan kereta yang melintas.
Green SM memastikan keselamatan menjadi prioritas utama perusahaan. "Kami berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan yang tinggi melalui sistem operasional, pengawasan, serta peningkatan layanan secara berkelanjutan," tegas Green SM dalam unggahannya pada Instagram resmi @id.greensm, Selasa, 28 April 2026.
Green SM juga menyatakan akan kooperatif dalam mengusut penyebab kecelakaan yang sampai saat ini telah menewaskan tujuh orang tersebut.
"Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang serta mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung," tutur Green SM.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com