Tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. Foto: ANTARA/Siti Nurhaliza.
Pengelola Pasar Induk Kramat Jati Janji Sampah Beres Seminggu
Fachri Audhia Hafiez • 8 January 2026 20:30
Jakarta: Pengelola Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur (Jaktim), menargetkan penanganan tumpukan sampah beres dalam waktu sepekan. Tumpukan sampah itu berada di area belakang pasar.
"Alhamdulillah, kemarin kami sudah koordinasi dengan teman-teman dari Dinas Lingkungan Hidup. Kami berkomitmen dalam satu minggu ke depan, penumpukan sampah yang ada di belakang ini bisa dilakukan pengempesan," kata Manager Pasar Induk Kramat Jati Agus Lamun di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, dilansir Antara, Kamis, 8 Januari 2026.
Upaya ini dilakukan setelah adanya koordinasi antara manajemen Pasar Jaya dengan Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta guna mengatasi persoalan sampah yang kembali terjadi di kawasan pasar terbesar di Jakarta tersebut.
Agus menyebut, koordinasi intensif telah dilakukan untuk memastikan penanganan sampah berjalan maksimal. Dari hasil pembahasan sementara, disepakati adanya komitmen bersama untuk mempercepat pengangkutan sampah yang sempat menumpuk.
Setelah target tercapai, pengelola pasar bersama Dinas LH DKI Jakarta akan membahas langkah selanjutnya agar kondisi serupa tidak kembali terulang. Agus menegaskan, pentingnya sistem pengelolaan dan pengangkutan sampah yang berkelanjutan agar penumpukan tidak terjadi lagi di kemudian hari.
"Untuk selanjutnya, kami akan membahas keberlanjutannya agar bisa terjaga dengan baik, sehingga penumpukan sampah seperti ini tidak lagi terulang," jelas Agus.
Dia mengungkapkan, peristiwa penumpukan sampah ini bukan kali pertama terjadi. Kondisi serupa sudah terjadi untuk kedua kalinya, yang disebabkan oleh keterbatasan armada pengangkut sampah yang beroperasi di Pasar Induk Kramat Jati.

Tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. Foto: ANTARA/Siti Nurhaliza.
"Penumpukan ini sebenarnya sudah kali kedua, kejadian pertama pertengahan Juni atau Juli 2025. Ketika armada yang masuk tidak ideal, maka potensi penumpukan sampah ini akan terus terjadi dan berulang," ucap Agus.
Secara ideal, kata dia, Pasar Induk Kramat Jati membutuhkan sekitar 12 hingga 15 armada pengangkut sampah setiap hari. Namun, saat ini jumlah armada yang beroperasi hanya sekitar delapan unit. Kondisi tersebut dinilai tidak mencukupi untuk mengangkut volume sampah harian yang dihasilkan aktivitas pasar.
"Kemarin kami sudah diskusi, memang ada beberapa kendala, termasuk armada yang rusak. Dari yang seharusnya 12 sampai 15 armada, sekarang tinggal delapan armada yang mengangkut sampah setiap hari," ucap Agus.
Oleh karena itu, pihak pengelola pasar berharap Dinas Lingkungan Hidup dapat melengkapi kekurangan armada pengangkut agar pengelolaan sampah di Pasar Induk Kramat Jati dapat berjalan optimal. Penambahan armada menjadi kunci utama untuk mencegah terjadinya penumpukan sampah di kemudian hari.
"Kami berharap terus ada upaya untuk melengkapi armada yang memang kurang tersebut, sehingga sampah yang ada di Pasar Induk Kramat Jati ini tidak lagi terjadi penumpukan," ucap Agus.
Sebanyak puluhan personel dan armada truk dari jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jakarta mulai mengangkut tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. Armada hari ini meningkat signifikan dibanding hari-hari sebelumnya.
Jika sebelumnya maksimal hanya delapan armada truk dioperasikan setiap hari, kini jumlahnya terus ditambah berkat dukungan lintas instansi.