LRT Jakarta Manggarai-Velodrome Mulai Beroperasi Terbatas Hari Ini

Layanan Light Rail Transit (LRT) Jakarta Fase 1B (Manggarai-Velodrome). Foto: ANTARA/HO-Waskita Karya.

LRT Jakarta Manggarai-Velodrome Mulai Beroperasi Terbatas Hari Ini

Fachri Audhia Hafiez • 10 September 2026 13:07

Jakarta: Proyek Light Rail Transit (LRT) Jakarta Fase 1B rute Manggarai-Velodrome mulai beroperasi secara terbatas pada Kamis, 10 September 2026. Pada tahap awal uji coba ini diperuntukkan bagi tamu undangan, perwakilan warga, lembaga, key opinion leader (KOL), hingga jurnalis.

"Selama periode ini, seluruh stasiun diaktifkan, jumlah penumpang tidak dibatasi, dan tidak perlu registrasi. Kami bersyukur akhirnya masyarakat dapat segera merasakan langsung sarana transportasi LRT Jakarta Fase 1B," kata Direktur Operasi II Waskita Karya, Paulus Budi Kartiko, dalam keterangan resminya di Jakarta, dilansir Antara, Kamis, 10 September 2026.
 


Paulus menjelaskan bahwa skema uji coba akan dilanjutkan untuk masyarakat umum dan komunitas yang telah mendaftar terlebih dahulu pada 17 September hingga 2 Oktober 2026, dengan jam operasional pukul 09.00–16.00 WIB. Selanjutnya, uji coba operasional secara penuh selama 17 jam (pukul 05.30–00.20 WIB) akan diberlakukan mulai 12 Oktober hingga 30 November 2026.

Seluruh pekerjaan konstruksi pada proyek milik PT Jakarta Propertindo (Perseroda) senilai Rp4,1 triliun ini telah rampung dikerjakan oleh Waskita Karya. Jalur sepanjang 6,4 kilometer tersebut dilengkapi dengan lima stasiun baru, yakni Stasiun Rawamangun, Pramuka, Matraman, Proklamasi, dan Manggarai.


Ilustrasi LRT Jakarta. Foto: Dok. LRT Jakarta.

Guna mendukung kemudahan mobilitas warga Jakarta, seluruh stasiun dirancang terintegrasi dengan moda transportasi umum lainnya. Stasiun Manggarai, misalnya, terhubung langsung dengan KRL Commuter Line, bus TransJakarta, serta Kereta Bandara Soekarno-Hatta.

Kehadiran LRT Jakarta Fase 1B ini diharapkan dapat memperkuat efisiensi transportasi publik perkotaan. Sekaligus menekan tingkat emisi karbon di Ibu Kota.

"Kami meyakini, kehadiran LRT tidak hanya mendukung konektivitas perkotaan tapi juga akan berdampak positif terhadap lingkungan karena mengurangi emisi karbon, sehingga mendorong target Net Zero Emission (NZE) pemerintah," ujar Paulus.

(Fachri Audhia Hafiez)