KM Virgo Transport 8. Dok Metro TV.
Spesifikasi Virgo Transport 8, Kapal yang Tenggelam di Laut Jawa
14 September 2026 17:05
Jakarta: Kapal Virgo Transport 8 menjadi perhatian setelah mengalami masalah saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada Minggu, 13 September 2026. Kapal tersebut sebelumnya bertolak dari Surabaya pada Sabtu, 12 September 2026.
Virgo Transport 8 merupakan kapal penumpang jenis Ro-Ro atau Roll-on/Roll-off. Kapal berbendera Indonesia ini dirancang untuk mengangkut penumpang sekaligus kendaraan dalam satu perjalanan.
Lantas, seperti apa spesifikasi kapal Virgo Transport 8?
Spesifikasi Kapal Virgo Transport 8
1. Jenis kapal
Virgo Transport 8 merupakan kapal jenis Ro-Ro/Passenger Ship. Dilansir dari MarineTraffic, kapal ini masuk dalam kategori kapal penumpang yang juga dapat digunakan untuk mengangkut kendaraan.Istilah Ro-Ro atau Roll-on/Roll-off merujuk pada sistem kapal yang memungkinkan kendaraan masuk dan keluar melalui ramp. Kendaraan tidak perlu diangkat menggunakan derek saat proses pemuatan maupun pembongkaran.
2. Panjang dan lebar kapal
Dilansir dari MarineTraffic, Virgo Transport 8 memiliki panjang keseluruhan atau Length Overall (LOA) sepanjang 119 meter dengan lebar sekitar 21 meter.Ukuran ini memberikan ruang yang diperlukan untuk menampung penumpang sekaligus kendaraan dalam pengoperasiannya sebagai kapal Ro-Ro.
3. Tahun pembuatan
Virgo Transport 8 dibangun pada 1987 di Jepang. Dilansir dari VesselFinder, kapal dengan nomor IMO 8625179 tersebut tercatat dibangun pada tahun tersebut.Dengan demikian, kapal ini telah berusia sekitar 39 tahun pada 2026.
4. Kapasitas penumpang
Virgo Transport 8 dirancang sebagai kapal penumpang yang juga dapat membawa kendaraan. Dilansir dari Idyllic Ocean, kapal ini memiliki kapasitas maksimum hingga 756 penumpang dan dapat dioperasikan dengan hingga 26 awak.Kapasitas maksimum tersebut merupakan spesifikasi kapal dan tidak menunjukkan jumlah penumpang dalam setiap perjalanan. Jumlah orang di kapal dapat berbeda tergantung pengoperasian dan ketentuan pelayaran.
5. Gross tonnage dan deadweight
Dilansir dari Vessel Finder, Virgo Transport 8 memiliki gross tonnage sebesar 4.277 dan deadweight sekitar 2.612 ton.Dilansir dari Nanjing Deers Industrial, Gross tonnage digunakan untuk menggambarkan volume ruang tertutup di dalam kapal. Sementara deadweight menunjukkan total bobot yang dapat dibawa kapal, termasuk muatan, bahan bakar, air, perlengkapan, dan kebutuhan operasional lainnya.
6. Sistem penggerak
Dilansir dari Idyllic Ocean, Virgo Transport 8 menggunakan sistem penggerak berbahan bakar diesel.Sistem penggerak tersebut digunakan untuk menghasilkan tenaga yang dibutuhkan kapal selama melakukan pelayaran.

Breaking News KM Virgo 8 tenggelam. Foto: Dok Metro TV.
7. Nomor IMO dan identitas kapal
Dilansir dari MarineTraffic, Virgo Transport 8 memiliki nomor IMO 8625179, MMSI 525110543, serta call sign YDIL4. Selain itu, kapal tersebut berbendera Indonesia dan menggunakan AIS transponder kelas A.Nomor IMO berfungsi sebagai identitas tetap kapal yang digunakan untuk membedakannya dari kapal lain. Sementara MMSI digunakan dalam sistem identifikasi maritim.
8. Riwayat kapal sebelum menggunakan nama Virgo Transport 8
Dilansir dari Idyllic Ocean, Virgo Transport 8 sebelumnya memiliki nama Ferry Kurushima. Kapal tersebut dibangun di Jepang dan pernah digunakan sebagai kapal feri sebelum kemudian berpindah pengoperasian.Ferry Kurushima tercatat pernah melayani rute Matsuyama-Kokura di Jepang. Kapal tersebut kemudian mengalami perubahan kepemilikan dan nama hingga akhirnya menggunakan nama Virgo Transport 8.
9. Rute pelayaran terakhir Virgo Transport 8
Pada pelayaran terakhir yang tercatat, Virgo Transport 8 berangkat dari Surabaya menuju Banjarmasin. Dilansir dari MarineTraffic, kapal meninggalkan Surabaya pada 12 September 2026 pukul 10.33 WIB dengan tujuan Banjarmasin.Kapal tersebut kemudian mengalami masalah ketika masih berada di perairan Laut Jawa pada Minggu, 13 September 2026. Peristiwa tersebut memicu pencarian dan operasi penyelamatan terhadap orang-orang yang berada di dalam kapal.
Hingga Senin, 14 September 2026, enam orang dinyatakan tewas dan 129 lainnya masih dalam pencarian.
(Siti Nahdia Usman)