Kecepatan Pelaporan Kunci Penyelamatan Orangutan dari Dampak Karhutla

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni (tengah). Foto: Dok. Kemenhut.

Kecepatan Pelaporan Kunci Penyelamatan Orangutan dari Dampak Karhutla

Fachri Audhia Hafiez • 9 September 2026 19:02

Jakarta: Kecepatan masyarakat dalam melapor serta respons cepat tim evakuasi di lapangan menjadi kunci utama mencegah dampak fatalitas pada orangutan. Khususnya terkait paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Kecepatan melaporkan dan kecepatan untuk me-rescue ini sangat penting, karena semakin lama orangutannya mengalami misalkan penyakit pernapasan ya, dari dampak karhutla, dan terlambat untuk di-treatment secara baik, nah itu akan mengakibatkan fatal,” kata Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni usai mengunjungi Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI), dikutip melalui keterangan tertulis, Rabu, 9 September 2026.
 


Raja Juli menjelaskan bahwa penderitaan satwa liar akibat karhutla sering kali tidak terlihat karena mereka tidak bisa mengutarakan kondisinya. Oleh karena itu, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) bersama BKSDA Kalimantan Barat, dinas terkait, serta mitra konservasi memperketat kerja sama penyelamatan di lapangan.

Penguatan tersebut diwujudkan lewat intensifikasi patroli serta pengoperasian armada secara masif. Masyarakat juga diimbau segera menghubungi nomor call center resmi apabila menemukan orangutan yang terdesak keluar dari kawasan hutan atau masuk ke area permukiman warga.


Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni (tengah). Foto: Dok. Kemenhut.

Guna menunjang aksi penyelamatan darurat, Kemenhut menyiagakan perlengkapan medis khusus seperti tabung oksigen dan nebulizer, serta membuka opsi pengerahan dokter hewan tambahan jika situasi memburuk. Pemadaman api dan tindakan evakuasi satwa dipastikan berjalan beriringan.

“Jadi apinya kita usahakan padam, padamkan ya, tapi di saat bersamaan, langkah emergensi untuk rescue ini menjadi sangat penting sekali,” tegas Raja Juli.

Raja Juli menambahkan, seluruh satwa yang berhasil dievakuasi akan langsung menjalani penanganan medis sebelum dilepasliarkan kembali. Proses pengembalian ke habitat yang aman akan dilakukan secepat mungkin guna menjaga sifat liar orangutan agar tidak terbiasa berada di dalam kandang.

(Fachri Audhia Hafiez)