Laporan Intelijen AS Sebut Iran Masih Miliki Kemampuan Rudal Signifikan

Penilaian intelijen AS menunjukkan kemampuan rudal Iran masih signifikan sejak meletusnya konflik pada 28 Februari 2026. (EPA)

Laporan Intelijen AS Sebut Iran Masih Miliki Kemampuan Rudal Signifikan

Muhammad Reyhansyah • 13 May 2026 16:15

Washington: Penilaian intelijen rahasia Amerika Serikat (AS) menunjukkan Iran masih mempertahankan kemampuan rudal yang signifikan meski pemerintahan Presiden Donald Trump berulang kali mengklaim kekuatan militer Teheran telah "dihancurkan."

Menurut laporan The New York Times, temuan intelijen pada awal Mei menunjukkan Iran kembali memperoleh akses operasional terhadap sebagian besar lokasi rudalnya, termasuk 30 dari 33 situs rudal di sepanjang Selat Hormuz.

Mengutip sejumlah sumber yang mengetahui penilaian tersebut, surat kabar itu menyebut Iran masih memiliki sekitar 70 persen persediaan rudal dan peluncur bergerak yang dimilikinya sebelum perang.

Penilaian tersebut juga menyebut hampir 90 persen fasilitas penyimpanan dan peluncuran rudal bawah tanah Iran di seluruh negeri kini telah "beroperasi sebagian atau sepenuhnya."

Gedung Putih Beri Respons

Melansir TRT World, Rabu, 13 Mei 2026, juru bicara Gedung Putih Olivia Wales mengatakan pemerintah Iran memahami bahwa "realitas saat ini tidak dapat dipertahankan."

Ia juga menyebut siapa pun yang "berpikir Iran telah membangun kembali militernya adalah orang yang delusional atau corong" bagi Korps Garda Revolusi Iran (IRGC).

Ketegangan kawasan meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, yang kemudian dibalas Teheran dengan menyerang Israel dan sekutu Washington di kawasan Teluk serta menutup Selat Hormuz.

Gencatan senjata selama dua pekan mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, namun pembicaraan lanjutan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan permanen.

Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata tersebut tanpa batas waktu. Sejak saat itu, Pakistan terus berupaya menghidupkan kembali diplomasi yang terhenti.

Trump juga menolak respons terbaru Iran terhadap proposal Amerika Serikat untuk mengakhiri perang secara permanen dan menyebutnya "sama sekali tidak dapat diterima."

Baca juga:  Komandan IRGC Klaim Pengaruh Militer AS di Kawasan Mulai Melemah

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)