Empat Warga Palestina Tewas Akibat Serangan Udara Israel di Jalur Gaza

Serangan udara Israel yang diarahkan ke Gaza. Foto: Anadolu

Empat Warga Palestina Tewas Akibat Serangan Udara Israel di Jalur Gaza

Muhammad Reyhansyah • 15 May 2026 10:05

Gaza: Empat warga Palestina tewas dan sejumlah lainnya terluka, termasuk anak-anak, dalam serangkaian serangan udara Israel di Jalur Gaza pada Kamis, 14 Mei 2026 dalam pelanggaran gencatan senjata terbaru.

Sumber tersebut mengatakan, dua orang tewas dan beberapa lainnya terluka akibat serangan drone yang menargetkan kerumunan warga sipil di kota Jabalia, Gaza utara.

Melansir Anadolu, Jumat, 15 Mei 2026, seorang pemuda juga ditembak mati oleh penembak jitu Israel di dekat sebuah klinik PBB di kamp pengungsi Jabalia, tambah sumber itu.

Menurut saksi mata, sebuah drone Israel menjatuhkan bom ke arah sekelompok warga yang mencoba mengevakuasi jenazah korban sebelum akhirnya korban dipindahkan ke Rumah Sakit Al-Shifa di Gaza City bagian barat.

Sumber medis juga menyebut seorang pria berusia 25 tahun tewas dalam serangan drone lain di Jabalia.

Anak-anak Terluka di Khan Younis

Sementara itu, seorang warga Palestina dilaporkan terluka akibat tembakan Israel di wilayah Al-Salatin, Beit Lahia, Gaza utara.

Di Gaza selatan, sumber medis mengatakan tiga anak dilarikan ke Kompleks Medis Nasser di sebelah barat Khan Younis setelah serangan Israel di dekat bundaran Bani Suheila di timur kota tersebut.

Salah satu dari tiga anak itu dilaporkan dalam kondisi kritis. Saksi mata mengatakan ketiga anak tersebut terluka ketika sedang mengumpulkan kayu bakar.

Tentara Israel telah menewaskan lebih dari 72.000 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak, serta melukai lebih dari 172.000 lainnya selama perang dua tahun di Jalur Gaza sejak Oktober 2023.

Meski gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober 2025, tentara Israel disebut terus melanjutkan serangannya dengan menewaskan sedikitnya 856 orang dan melukai 2.463 lainnya, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)