Banjir dan longsor di Kabupaten Lebak akibat curah hujan tinggi hingga menyebabkan sejumlah daerah aliran sungai meluap. ANTARA/Mansur
Banjir dan Longsor Terjang 5 Kecamatan di Lebak
Lukman Diah Sari • 16 May 2026 09:08
Lebak: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Banten, mencatat lima kecamatan di daerah itu dilanda banjir dan longsor. Bencana itu terjadi akibat curah hujan tinggi.
"Kita sampai hari ini masih melakukan pendataan, namun bencana alam itu tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka," kata Kepala BPBD Kabupaten Lebak Sukanta saat dihubungi di Lebak, Sabtu, 16 Mei 2026, melansir Antara.
Bencana banjir dan longsor yang menerjang 11 desa di lima kecamatan itu setelah dilanda hujan, pada Jumat, 15 Mei 2026, pukul13.30 WIB hingga 18.00 WIB. Lima kecamatan itu, yakni Cigemblong, Cipanas, Sajira, Leuwidamar, dan Muncang.
Kerugian akibat bencana alam itu tercatat sebanyak 37 unit rumah yang terdampak bencana banjir dan longsor, 1 unit pondok pesantren hanyut, 1 unit mushola terendam banjir, 2 unit jembatan/jalan usaha tani terdampak dan roboh, dan 1 bangunan bronjong mengalami kerusakan.
.jpg)
Ilustrasi banjir. (Metrotvnews.com)
Selain itu, 1 TPT roboh, 1 irigasi ambruk Jalan paving blok terdampak sepanjang ±10 meter, turap jalan desa rusak sepanjang 20 meter, infrastruktur jalan terdampak akibat luapan sungai, dan lahan persawahan seluas 50 Ha terendam.
"Kami minta warga agar tetap waspada banjir dan longsor susulan, karena curah hujan masih berpeluang dalam beberapa hari kedepan," kata Sukanta.
Menurut dia, BPBD Lebak kini melakukan koordinasi dengan pihak terkait di tingkat kecamatan dan desa, menerjunkan peralatan penanganan bencana dan penyaluran 100 paket sembako dan 37 terpal. Berdasarkan pemantauan situasi di beberapa titik terkendala kondisi di lapangan yang kurang mendukung untuk pendataan lebih lanjut.
"Kondisi medan mengalami kesulitan untuk dilakukan pendataan akibat bencana alam itu," kata dia.