Ilustrasi Sekolah Garuda. Foto: Badan Komunikasi Pemerintah.
Pemerintah Percepat Pembangunan SMA Garuda demi Akses Pendidikan Unggul
Putri Purnama Sari • 14 May 2026 09:42
Jakarta: Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman bersama Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie menggelar pertemuan di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Rabu, 13 Mei 2026.
Pertemuan tersebut membahas akselerasi pembangunan dan pengelolaan SMA Garuda Transformasi serta SMA Garuda Baru sebagai upaya pemerataan pendidikan bertaraf internasional di Indonesia.
Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman menegaskan komitmen pemerintah dalam merealisasikan visi pendidikan unggulan tersebut. Menurutnya, program SMA Garuda merupakan bagian dari agenda besar Presiden RI Prabowo Subianto untuk mencetak talenta Indonesia berstandar global.
“Ini merupakan bagian dari agenda besar Bapak Presiden Republik Indonesia untuk mencetak talenta unggul Indonesia berstandar global,” ujar Dudung.
SMA Garuda Jadi Program Prioritas Pemerintah
Program SMA Garuda masuk dalam Program Hasil Terbaik Cepat (PTHC) Presiden Prabowo Subianto. Kehadiran Kantor Staf Presiden dinilai penting untuk membantu menyelesaikan berbagai hambatan teknis di lapangan, mulai dari koordinasi lintas kementerian hingga persoalan kewilayahan dan komunikasi dengan masyarakat.Dudung menyebut progres pembangunan SMA Garuda di sejumlah daerah berjalan baik dan ditargetkan mulai beroperasi pada Juli mendatang.
Antusiasme masyarakat terhadap SMA Unggulan Garuda juga disebut sangat tinggi. Tercatat sebanyak 6.738 pendaftar dari 34 provinsi mengikuti proses seleksi program tersebut.
Menurut Dudung, keberhasilan SMA Garuda Transformasi sebelumnya telah membuka jalan bagi siswa Indonesia untuk diterima di kampus-kampus terbaik dunia seperti University of Oxford, University College London, University of California, Berkeley, dan University of Chicago.
“Beberapa perguruan tinggi yang perlu saya sampaikan salah satunya ada yang sekarang sudah masuk mereka di Oxford, kemudian di UCL, kemudian di Berkeley dan University of Chicago,” kata Dudung.
Dana Abadi SMA Garuda Dijamin Negara
Wamendiktisaintek Stella Christie menyoroti pentingnya peran KSP dalam mengawal pembangunan SMA Garuda sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan.“Tanpa KSP kita tidak bisa membangun Sekolah Garuda. Jadi KSP sangat dari awal sekali dari bahkan pembentukan Peraturan Presiden sampai hal-hal yang sifatnya dadakan, tidak terduga, tapi harus diselesaikan,” ujar Stella.
Ia juga memastikan keberlanjutan operasional SMA Garuda telah dijamin negara melalui dukungan Kementerian Keuangan dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan.
“Sekolah Garuda mempunyai dana abadi, artinya investasi negara dari Bapak Presiden yang dibuat sekarang untuk Sekolah Garuda ini akan berlangsung selamanya,” jelasnya.
Dibangun di Berbagai Daerah Indonesia

Lokasi Sekolah Garuda di SMA Cahaya Rancamaya Islamic Boarding School di Bogor, Jawa Barat. Istimewa
SMA Garuda dibangun di sejumlah wilayah strategis untuk menjangkau seluruh pelosok Indonesia, di antaranya Belitung, Soe di Nusa Tenggara Timur, Tanjung Selor di Kalimantan Utara, hingga Sulawesi Tenggara.
Program ini berfokus pada pemerataan akses pendidikan unggul bagi siswa berprestasi tanpa memandang latar belakang ekonomi maupun daerah asal.
Dari proses seleksi terbaru SMA Garuda Baru, sebanyak 320 peserta berhasil lolos hingga tahap keempat. Mayoritas peserta berasal dari luar DKI Jakarta dan Jawa Barat, seperti Sumatera Utara, Bangka Belitung, NTT, dan Kalimantan Utara.
Para penerima beasiswa penuh tersebut rata-rata berasal dari kelompok ekonomi desil 4, namun memiliki prestasi akademik tinggi dengan nilai rata-rata mencapai 88. Stella Christie mengibaratkan investasi pendidikan SMA Garuda seperti pembangunan tim nasional olahraga.
“Kita tidak pernah ragu untuk membangun stadion yang paling bagus untuk calon timnas sepak bola kita. Dan di pendidikan kita belum pernah. Inilah jawaban Bapak Presiden,” tegasnya.
Baca Juga :
“Kita juga akan mendapatkan bukan saja medali emas di bulu tangkis, tapi peraih Nobel suatu saat dari Indonesia,” ungkapnya.
Sementara itu, Dudung Abdurachman menyatakan keyakinannya terhadap masa depan generasi muda Indonesia yang akan dibina melalui program tersebut.
“Saya antusias optimistis bahwa bangsa Indonesia ke depan akan semakin maju dengan bibit-bibit unggul yang kita fasilitasi sehingga ke depan kita akan punya manusia-manusia yang memang disiapkan secara intelektual untuk membangun negeri ini,” tambahnya.