Iran memiliki sejumlah rudal balistik jarak menengah dan jauh, dengan jangkauan 3.000 hingga 4.000 km. (Anadolu Agency)
Kali Pertama, Iran Gunakan Rudal Jarak Jauh ke Arah Pangkalan AS-Inggris
Willy Haryono • 22 March 2026 10:52
Washington: Iran dikabarkan telah meluncurkan dua rudal balistik jarak menengah ke arah Diego Garcia, pangkalan militer gabungan Amerika Serikat (AS) dan Inggris di Samudra Hindia, pada Jumat pagi waktu setempat.
Seorang pejabat AS mengatakan kepada kantor berita CNN bahwa kedua rudal tersebut tidak mengenai target.
Dikutip dari laman CNN, Sabtu, 21 Maret 2026, serangan ini diduga menjadi upaya pertama Iran dalam menargetkan pangkalan yang dikenal berada di lokasi terpencil, dan selama ini dianggap berada di luar jangkauan banyak pihak lawan.
Meski tidak berhasil, insiden tersebut memicu kekhawatiran baru terkait kemampuan jangkauan rudal Iran. Selama ini, Teheran diketahui menetapkan batas jangkauan rudal hingga 2.000 kilometer, namun serangan ini dinilai mengindikasikan potensi pelanggaran terhadap batas tersebut.
Pakar keamanan global dari Middlebury College, Jeffrey Lewis, mengatakan Iran sebelumnya mengembangkan rudal balistik antarbenua (ICBM) yang kemudian dialihkan untuk program peluncuran luar angkasa setelah Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei, menetapkan batas jangkauan pada 2017.
Sementara itu, Trita Parsi dari Quincy Institute menilai wilayah daratan AS masih relatif aman dari ancaman langsung Iran. Namun, ia memperingatkan bahwa sejumlah pangkalan militer AS yang sebelumnya dianggap berada di luar jangkauan kini kemungkinan justru dapat dijangkau, termasuk kapal-kapal militer AS yang biasanya beroperasi sekitar 3.000 kilometer dari Iran.
Parsi juga menyoroti potensi dampak terhadap negara-negara Eropa yang selama ini mengizinkan penggunaan pangkalan militernya oleh AS. Ia menilai insiden ini dapat meningkatkan risiko keamanan bagi negara-negara tersebut.
Persetujuan Inggris
Sebelumnya, Inggris telah menyetujui permintaan AS untuk menggunakan pangkalan militernya dalam operasi terhadap situs rudal Iran. Di sisi lain, Rumania juga dilaporkan mengizinkan penggunaan pangkalan untuk pesawat pengisian bahan bakar, serta peralatan pengawasan dan satelit milik AS.Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan bahwa Iran tengah mengembangkan rudal yang berpotensi menjangkau wilayah daratan AS dalam waktu dekat.
Namun, laporan dari Defense Intelligence Agency pada 2025 menyebut Iran baru dapat mengembangkan ICBM yang layak secara militer pada 2035 jika memutuskan melanjutkan program tersebut.
Sumber intelijen AS juga menyebut belum ada indikasi bahwa Iran saat ini sedang mengembangkan program ICBM untuk menyerang AS.
Parsi menambahkan, serangan yang gagal ini tetap menimbulkan pertanyaan mengenai kemungkinan Iran memiliki jenis persenjataan lain yang belum sepenuhnya diketahui.
Sejauh ini, Iran diketahui memiliki sejumlah rudal dengan jangkauan hingga 2.000 kilometer seperti Sejjil dan Khorramshahr, serta rudal jelajah Soumar dengan jangkauan hingga 3.000 kilometer, menurut Center for Strategic and International Studies.
Ketegangan di kawasan meningkat sejak 28 Februari, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran yang menewaskan lebih dari 1.300 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.
Sebagai balasan, Teheran meluncurkan serangkaian serangan drone dan rudal terhadap Israel serta sejumlah negara di Timur Tengah yang menampung aset militer Amerika Serikat.
Baca juga: Tak Didukung NATO dalam Perang Iran, Trump: Pengecut!