Ilustrasi Pexels
Niat Puasa Syawal dan Ganti Puasa Ramadan: Hukum, Waktu, dan Tata Cara
Muhamad Marup • 22 March 2026 15:20
Jakarta: Umat Muslim dianjurkan untuk melaksanakan ibadah enam hari di Bulan Syawal. Di sisi lain, banyak umat Islam yang memiliki tanggungan puasa Ramadan menggantinya atau qada pada bulan Syawal.
Baik puasa Syawal maupun Ramadan, niat merupakan bagian penting dalam pelaksanaanya. Niat membuat ibadah sah dan sesuai syariat.
Sebenarnya, niat cukup di dalam hati, tapi agar lebih mantap, ulama menganjurkan supaya niat juga dilafalkan lisan.
Bagi umat Islam yang hendak berpuasa Syawal selama 6 hari berturut-turut, maka lafal niat dilaksanakan sejak malam hari sebagai berikut:
Nawaitu shauma ghadin ‘an adai sittatin min syawwal lillahi ta’ala
Artinya, “Saya niat puasa pada esok hari untuk menunaikan puasa sunah enam hari dari bulan Syawal karena Allah Ta’ala.”
Bagi umat islam yang hendak melafalkan niat sedari malam tapi tidak secara berurutan, lafal niatnya sebagai berikut:
Nawaitu shauma ghadin ‘an adaa’i sunnatis Syawwal lillaahi ta‘ala.
Artinya, “Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah SWT.”

Ilustrasi Pexels
Ketiga, bagi orang yang baru ingin berpuasa saat itu juga, sebab misalnya dia belum makan dan minum, padahal waktu sudah siang, adalah sebagai berikut:
Nawaitu shauma hadzal yaumi ‘an adaa’i sunnatis Syawwaal lillaahi ta‘ala.
Artinya, “Aku berniat puasa sunah Syawal hari ini karena Allah SWT.”
Niat Ganti Puasa Ramadan
Niat ganti puasa Ramadan:
Nawaitu shauma ghodin ‘an qadhaai ramadhaana lillaahi ta’aala.
Melansir laman Baznas, pelaksanaan puasa Syawal dan puasa ganti Ramadan sebaiknya dipisah. Meski demikian, jika ada yang ingin melaksanakan keduanya, maka bacaan niat ganti Ramadan dan mengharapkan pahala puasa Syawal.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com