Calon Jemaah Haji Gelombang II Diimbau Pakai Ihram dari Embarkasi

Ibadah haji/Metro TV/Misbahol

Calon Jemaah Haji Gelombang II Diimbau Pakai Ihram dari Embarkasi

Akmal Fauzi • 6 May 2026 19:10

Jakarta: Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengimbau jemaah haji Indonesia gelombang II, untuk mengenakan kain ihram sejak berada di embarkasi Tanah Air. Langkah ini dilakukan guna memastikan kelancaran prosesi ibadah dan mobilisasi jemaah, setibanya di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah.

“Jemaah gelombang kedua diimbau memakai kain ihram dan mandi ihram sejak di embarkasi. Jadi, saat terbang semua sudah berbaju ihram, meskipun niatnya nanti ketika tiba di Jeddah karena satu arah dengan Yalamlam," ujar Petugas Bimbingan Ibadah (Bimbad) Daerah Kerja Bandara PPIH, Anis Diyah Puspita di Madinah, Selasa, 5 Mei 2026.

Fase pemberangkatan gelombang II sendiri dijadwalkan mulai  7 Mei 2026. Berbeda dengan gelombang I yang mendarat di Madinah, jemaah gelombang II akan mendarat di Jeddah dan langsung diarahkan menuju Kota Mekah untuk melaksanakan umrah wajib.
 


Anis menjelaskan bahwa dengan mengenakan ihram dari embarkasi, jemaah dapat melakukan prosesi mandi sunah ihram dengan lebih tenang dan terbang dalam kondisi siap. Meski pakaian sudah dikenakan, niat ihram baru akan dilakukan saat pesawat melintasi wilayah miqat Yalamlam atau setibanya di bandara.

Terkait kekhawatiran jemaah akan suhu dingin di dalam pesawat, Anis menekankan adanya fleksibilitas. Mengingat jemaah belum melafalkan niat, maka larangan ihram, seperti mengenakan pakaian berjahit bagi laki-laki, belum berlaku secara syar'i.

"Kain ihram ini cukup kalau dipakai, karena kita statusnya belum niat, ditangkupkan menyerupai selimut, jemaah nggak masuk angin," tuturnya.


Ibadah haji/Metro TV/Misbahol

Ia menambahkan, selama di perjalanan udara, jemaah laki-laki masih diperbolehkan menggunakan jaket maupun kaus kaki jika merasa kedinginan. "Jemaah bisa juga pakai kaus kaki kalau perempuan kan bebas perempuan relatif aman tidak ada masalah, laki-laki masih pakai kaus kaki, kalau pun pakai jaket lagi Insya Allah tidak apa-apa," tambah Anis.

Anis mengingatkan bahwa seluruh larangan ihram baru akan berlaku secara mengikat tepat setelah niat diucapkan, baik saat berada di atas wilayah Yalamlam maupun di Bandara Jeddah. 

"Larangannya nanti ketika berniat, tidak bolehnya nanti setelah labaikallahuma umratan," tegasnya.

Setibanya di Jeddah, petugas akan bersiaga memandu jemaah untuk melakukan niat ihram dan melaksanakan salat sunah dua rakaat. Petugas dari berbagai sektor juga akan melakukan pengecekan guna memastikan tidak ada jemaah yang melanggar ketentuan.

Bagi jemaah perempuan yang terbiasa mengenakan cadar atau kaus tangan selama penerbangan, petugas akan mengingatkan untuk melepasnya sebelum melafalkan niat. Anis menekankan pentingnya kepatuhan ini, sebab pelanggaran terhadap larangan ihram setelah niat akan berkonsekuensi pada denda atau dam.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(M Sholahadhin Azhar)