Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara (PT Perkebunan Nusantara III), Denaldy Mulino Mauna. Istimewa.
Generasi Muda Didorong Jadi Motor Transformasi Perkebunan Indonesia
Arga Sumantri • 10 June 2026 15:35
Jakarta: Sektor perkebunan Indonesia tengah dihadapkan pada tantangan ketahanan pangan, energi, serta perubahan iklim global. Penguatan peran generasi muda pun dinilai diperlukan guna mendorong transformasi sektor perkebunan Indonesia.
Hal ini disampaikan Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara (PT Perkebunan Nusantara III), Denaldy Mulino Mauna, di hadapan ratusan mahasiswa dan alumni Institut Pertanian Bogor (IPB University). Forum Studium Generale ini bertajuk "Membangun Masa Depan Sektor Perkebunan Indonesia: Inovasi, Talenta Muda, dan Keberlanjutan".
Denaldy menyampaikan bahwa sektor perkebunan memiliki posisi strategis dalam mendukung perekonomian nasional, sehingga membutuhkan dukungan inovasi, kolaborasi lintas sektor, serta keterlibatan aktif talenta muda untuk menjaga daya saing di tingkat global.
"Kita harus bersama-sama membangun sektor perkebunan Indonesia. Masa depan sektor ini tidak hanya ditentukan oleh perusahaan atau pemerintah, tetapi oleh seluruh pihak yang memiliki komitmen untuk mendorong kemajuan bangsa," ujar Denaldy dalam keterangannya, Rabu, 10 Juni 2026.
Generasi muda memiliki peran penting dalam mendorong transformasi digital, peningkatan produktivitas, serta penguatan daya saing perkebunan Indonesia di tingkat global," tegasnya.
Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan IPB University, Deni Noviana menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya forum yang mempertemukan dunia akademik dengan pelaku industri secara langsung. Menurutnya, kolaborasi ini penting untuk memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap tantangan pembangunan nasional.
"Kolaborasi seperti ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami tantangan pembangunan secara langsung dari para pelaku industri. Ini adalah bentuk sinergi yang perlu terus diperkuat untuk melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan menjawab tantangan dan kebutuhan pembangunan nasional ke depannya," ujar Deni Noviana.

Studium Generale bertajuk "Membangun Masa Depan Sektor Perkebunan Indonesia: Inovasi, Talenta Muda, dan Keberlanjutan"
Sektor perkebunan peluang inovasi
Presiden BEM KM IPB, Abdan Rofi, menyoroti tantangan sektor perkebunan saat ini dapat menjadi peluang bagi generasi muda untuk menghadirkan inovasi baru."Transformasi sektor perkebunan hari ini dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk menciptakan inovasi, membangun teknologi baru, dan menghadirkan solusi yang memberikan dampak nyata bagi pembangunan nasional," ujar Abdan.
Sementara itu, Founder Rembuk Pemuda, Aidil Afdan Pananrang, menegaskan pembangunan bangsa merupakan kerja kolektif seluruh elemen masyarakat.
"Ini adalah kerja bersama lebih dari 200 juta jiwa yang memiliki tanggung jawab yang sama untuk memastikan Indonesia terus bergerak maju," kata Aidil.
Studium Generale ini berlangsung secara interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Mahasiswa terlibat dalam dialog mengenai berbagai isu strategis, mulai dari peluang karier di sektor perkebunan, pengembangan teknologi pertanian dan perkebunan, hingga strategi mewujudkan industri yang lebih berkelanjutan dan inklusif.
Melalui forum ini, PTPN menegaskan komitmennya dalam mendorong penguatan ekosistem perkebunan nasional melalui kolaborasi dengan dunia akademik. PTPN juga mendorong penguatan peran generasi muda sebagai bagian penting dari transformasi sektor perkebunan Indonesia.