Pengalaman Bertemu Kartel Meksiko, Kapten Timnas Alireza: Mereka Menyukai Orang Iran

Tim Nasional Iran Instagram @teammellifootball

Pengalaman Bertemu Kartel Meksiko, Kapten Timnas Alireza: Mereka Menyukai Orang Iran

Whisnu Mardiansyah • 12 June 2026 09:44

Tijuana: Kapten tim nasional Iran, Alireza Jahanbakhsh, mengisahkan pengalaman menegangkan saat berhadapan dengan anggota kartel di Meksiko. Namun, pengalaman tersebut justru membuat ia dan Timnas Iran merasa nyaman memusatkan latihan di Meksiko.

"Kami suka training camp di Meksiko. Penduduknya sangat ramah. Saya mendapat informasi bahwa kartel-kartel di sini cukup menyukai kami, orang Iran," ujar Jahanbakhsh dalam wawancara seperti dikutip Aljazeera, Jumat, 12 Juni 2026.

Sebelumnya, Jahanbakhsh mengaku sempat mendengar kabar dari warga setempat bahwa para kartel memiliki simpati khusus terhadap warga Iran. Cerita itu terbukti saat ia dan seorang rekannya mengalami perampokan dalam perjalanan menuju daerah Tulum.

Menurut pengakuan sang kapten, ia bersama seorang teman sempat diringkus oleh sekelompok pria bertopeng. Mereka diperintahkan turun dari mobil dan membalikkan badan sambil menghadap kendaraan.
 


"Mereka menangkap kami. Semua pelaku menutup wajah. Kami ada di dalam mobil, lalu mereka menyuruh kami keluar dan berjalan. Perintahnya, letakkan tangan di mobil," kenang Jahanbakhsh.

Ia menjelaskan bahwa para perampok mulai memeriksa barang bawaan. Jahanbakhsh dan rekannya tidak membawa apa pun karena baru tiba dari Belanda.

Salah seorang pria bertopeng itu lalu bertanya asal negara mereka. Jahanbakhsh awalnya menjawab "Belanda". Namun, temannya yang bernama Benjamin berbisik, "Ali, katakan Iran. Sebut Iran. Mereka baik-baik saja dengan Iran."


Suporter Iran saat hadiri Piala Dunia 2022 di Qatar. Foto: Press TV

Saat ditanya kembali, Benjamin pun menjawab, "Iran." Mendengar jawaban itu, si pria bertopeng tersenyum.

"Dia tersenyum lalu berkata, 'Iran.' Kemudian dia memerintahkan, 'Ikutlah denganku,'" tutur Jahanbakhsh.

Ia tidak merinci lebih lanjut apa yang terjadi setelah perintah tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa dirinya dan rekannya berhasil lolos tanpa cedera berkat pengakuan sebagai warga Iran.

"Saya tidak tahu harus menjelaskannya seperti apa. Tetapi teman saya sering ke Meksiko dan dia bilang, kenyataannya kartel-kartel itu menyukai orang Iran. Apakah benar? Ya, benar. Ini poin menarik," tutupnya.

(Whisnu M)