Brantas Abipraya Kebut Pembangunan Bank Genomik Nasional, Target Kelar 2027

Komisaris Utama Brantas Abipraya Diana Kusumastuti saat melakukan Management Walkthrough pembangunan Gene Bank Indonesia atau Bank Genomik Nasional di Bogor. Foto: dok Brantas Abipraya.

Brantas Abipraya Kebut Pembangunan Bank Genomik Nasional, Target Kelar 2027

Husen Miftahudin • 22 June 2026 18:54

Jakarta: PT Brantas Abipraya (Persero) menegaskan komitmennya dalam mendukung transformasi sistem kesehatan nasional melalui pembangunan Gene Bank Indonesia atau Bank Genomik Nasional di kawasan RS Dr. H. Marzoeki Mahdi, Kota Bogor, Jawa Barat.

Sebagai bagian dari pengawasan proyek strategis tersebut, jajaran komisaris perusahaan melakukan Management Walkthrough untuk memastikan progres pekerjaan berjalan sesuai target, standar mutu, serta tetap mengedepankan aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Kunjungan itu dihadiri Komisaris Utama Brantas Abipraya Diana Kusumastuti, Komisaris Independen Isra D. Pramulya dan Santoso, didampingi Direktur Operasi II Mustafa Nahdi serta SVP Divisi Operasi I Tintus Noviyanto. Dalam agenda tersebut, jajaran komisaris meninjau langsung perkembangan konstruksi sekaligus memastikan standar mutu dan keselamatan kerja diterapkan di seluruh area proyek.

Gene Bank Indonesia yang tengah dibangun Brantas Abipraya diproyeksikan menjadi pusat penyimpanan dan riset material genetik terbesar di Indonesia, sekaligus yang pertama di Asia Tenggara. Fasilitas ini diharapkan dapat memperkuat kemandirian riset biomedis nasional, mendukung pengembangan riset genomik, meningkatkan akurasi diagnosis penyakit, serta membuka peluang pengembangan terapi dan pengobatan yang lebih presisi bagi masyarakat.

Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya Dian Sovana mengatakan proyek tersebut memiliki tingkat kompleksitas lebih tinggi dibandingkan pembangunan gedung konvensional.

"Pembangunan Gene Bank Indonesia dirancang dengan standar khusus untuk mendukung sistem penyimpanan material genetik, laboratorium riset genomik, serta fasilitas pengolahan data berkapasitas besar," ujar Dian dikutip dari keterangan tertulis, Senin, 22 Juni 2026.

Ia menambahkan proyek itu membutuhkan ketelitian teknis tinggi, sistem keamanan berlapis, serta pengendalian lingkungan yang ketat untuk menjaga stabilitas sampel biologis dalam jangka panjang.
 

Baca juga: Dorong Transformasi Transportasi, Brantas Abipraya Garap BRT Cekungan Bandung


(Jajaran komisaris perusahaan melakukan Management Walkthrough pembangunan Gene Bank Indonesia atau Bank Genomik Nasional di Bogor. Foto: dok Brantas Abipraya)
 

Target kelar 2027


Bangunan Gene Bank Indonesia memiliki luas sekitar 22.699 meter persegi (m2) dan akan terdiri atas delapan lantai. Proyek ini ditargetkan selesai pada 2027. Fasilitas tersebut akan dilengkapi sistem pengendalian suhu dan kelembapan presisi, infrastruktur keamanan berlapis, serta dukungan teknologi informasi untuk mengelola data genomik skala besar secara terintegrasi.

Menurut Dian, keterlibatan Brantas Abipraya dalam proyek ini menjadi bentuk dukungan perusahaan terhadap agenda prioritas pemerintah di sektor kesehatan.

"Melalui proyek strategis ini, Brantas Abipraya tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga menghadirkan fondasi bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan kesehatan generasi mendatang," jelas Dian.

Secara strategis, Gene Bank Indonesia dinilai akan menjadi fondasi penting dalam memperkuat ekosistem riset dan inovasi kesehatan nasional.

Selain mendukung pengembangan terapi berbasis genetik dan pengobatan presisi, fasilitas ini juga diharapkan menjadi langkah penting menuju kedaulatan data kesehatan nasional. Dian menilai keberadaan Gene Bank Indonesia akan memperkuat daya saing Indonesia di bidang kesehatan dan bioteknologi.

"Brantas Abipraya bangga dapat menjadi bagian dari proyek strategis ini. Kami percaya kehadiran Gene Bank Indonesia akan memperkuat ekosistem riset dan inovasi kesehatan nasional, sekaligus membawa Indonesia semakin siap memasuki era pengobatan presisi berbasis genomik," tutup Dian.

(Husen Miftahudin)