Dua Hari Jelang Penandatanganan MoU di Jenewa, Trump Ancam Serang Iran Lagi

Presiden AS Donald Trump. (Anadolu Agency)

Dua Hari Jelang Penandatanganan MoU di Jenewa, Trump Ancam Serang Iran Lagi

Willy Haryono • 17 June 2026 21:01

Paris: Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan Iran bahwa Washington siap melanjutkan serangan militer jika Teheran tidak mematuhi kewajibannya dalam kesepakatan damai yang akan ditandatangani kedua negara pekan ini.

Pernyataan itu disampaikan Trump dalam pertemuan G7 di Prancis pada Rabu, 17 Juni 2026, atau dua hari sebelum penandatanganan kesepakatan yang dijadwalkan berlangsung di Jenewa, Swiss.

“Tidak, ini belum final. Ini adalah nota kesepahaman,” kata Trump, merujuk pada perjanjian yang akan diteken pada Jumat mendatang.

Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan ragu menggunakan kekuatan militer apabila Iran melanggar kesepakatan tersebut. “Jika saya tidak menyukainya, kami akan kembali menembaki mereka,” ujar Trump.

“Jika mereka tidak berperilaku baik, kami akan kembali menjatuhkan bom tepat di tengah-tengah mereka,” tambahnya, seperti dikutip dari TRT World.

Trump juga menyinggung hubungan panjang yang penuh ketegangan antara Washington dan Teheran sejak Revolusi Iran 1979 yang menggulingkan Shah Mohammad Reza Pahlavi, sekutu utama Amerika Serikat saat itu.

Menurut Trump, tujuan utama kesepakatan tersebut adalah memastikan Iran tidak memperoleh senjata nuklir.

“Ini kesepakatan yang sangat baik karena banyak alasan, tetapi yang utama, 99,9 persen, adalah mereka tidak akan pernah memiliki senjata nuklir,” katanya.

Trump menggambarkan perjanjian itu sebagai kesepakatan yang “sangat kuat”.

Selat Hormuz dan Harga Minyak Dunia

Sebelumnya, Amerika Serikat dan Iran mencapai gencatan senjata sementara pada April melalui mediasi Pakistan. Kedua negara kemudian mengumumkan kerangka kesepakatan damai pada Senin lalu sebagai upaya mengakhiri konflik yang berlangsung di antara mereka.

Trump juga membantah laporan mengenai dana pembangunan senilai USD300 miliar yang disebut-sebut dapat diakses Iran dengan melibatkan dana pembayar pajak Amerika Serikat.

“Itu cerita yang tidak benar. Kami tidak berinvestasi. Kami tidak mengeluarkan 10 sen pun,” tegasnya.

Meski demikian, Trump mengatakan pihak lain mungkin saja memilih berinvestasi di Iran, meski menurutnya hal itu kemungkinan tidak akan terjadi dalam waktu dekat sampai ada kepastian mengenai perilaku Teheran setelah kesepakatan berlaku.

Mengenai dampak ekonomi global, Trump menyatakan harga minyak dunia telah turun seiring meredanya ketegangan antara kedua negara.

Ia juga mengatakan Selat Hormuz, jalur pelayaran penting bagi perdagangan energi global, telah “sebagian terbuka” dan diperkirakan kembali beroperasi penuh dalam dua hari ke depan.

Menurut Trump, tanpa adanya kesepakatan damai, dunia berisiko menghadapi perlambatan ekonomi yang serius karena Selat Hormuz berpotensi tetap tertutup akibat ancaman roket dan ranjau di kawasan tersebut.

Baca juga:  AS Tolak Permintaan Israel untuk Akses Dokumen Kesepakatan Damai dengan Iran

(Willy Haryono)