Tangkapan layar video yang memperlihatkan dampak kecelakaan yang melibatkan armada bus TransJakarta di Koridor 13 (Puri Beta-Petukangan) di ruas Swadarma arah Cipulir, Jakarta Selatan. Foto: ANTARA/Instagram/@jktinfo.
Pramudi Mengantuk Diduga Pemicu Adu Banteng Bus TransJakarta di Cipulir
Fachri Audhia Hafiez • 23 February 2026 12:29
Jakarta: PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) mengungkap dugaan awal penyebab kecelakaan yang melibatkan dua armada bus operator BMP 220263 dan MYS 17100. Kecelakaan ini terjadi di jalur layang Koridor 13, ruas Swadarma arah Cipulir, Jakarta Selatan, Senin pagi, 23 Februari 2026.
Insiden bermula saat bus BMP yang melayani rute Tegal Mampang menuju JORR kehilangan kendali akibat pramudi diduga mengantuk. Sehingga, bus masuk ke jalur berlawanan dan menghantam bus MYS.
“Fokus utama kami adalah memastikan keselamatan pelanggan. Petugas telah melakukan evakuasi cepat ke halte terdekat, dan pelanggan yang mengalami luka ringan telah mendapatkan penanganan,” ungkap Kepala Departemen Humas dan CSR TransJakarta, Ayu Wardhani, di Jakarta, dilansir Antara, Senin, 23 Februari 2026.
Ayu menjelaskan bahwa akibat benturan tersebut, sejumlah penumpang mengalami luka ringan dan langsung dilarikan ke RS Sari Asih untuk mendapatkan perawatan intensif. Pihak manajemen TransJakarta menegaskan akan menanggung seluruh biaya penanganan medis bersama pihak operator bus terkait sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan.

Tangkapan layar video yang memperlihatkan dampak kecelakaan yang melibatkan armada bus TransJakarta di Koridor 13 (Puri Beta-Petukangan) di ruas Swadarma arah Cipulir, Jakarta Selatan. Foto: ANTARA/Instagram/@jktinfo.
TransJakarta memastikan operasional di Koridor 13 tetap berjalan normal dengan melakukan penyesuaian di lapangan. Selain itu, manajemen juga akan memperketat prosedur keselamatan serta mengevaluasi kondisi fisik para pramudi guna mencegah terjadinya insiden serupa di masa mendatang.