Netanyahu Perintahkan Kesiapan Perang Israel Hadapi Potensi Konflik Iran

PM Israel Benjamin Netanyahu. (EPA-EFE)

Netanyahu Perintahkan Kesiapan Perang Israel Hadapi Potensi Konflik Iran

Muhammad Reyhansyah • 19 February 2026 17:53

Tel Aviv: Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan Komando Front Dalam Negeri Israel untuk bersiap menghadapi kemungkinan perang dengan Iran, menurut laporan media Israel pada Rabu, 18 Februari 2026.

Harian Yedioth Ahronoth melaporkan Netanyahu telah mengeluarkan arahan kepada berbagai lembaga penyelamatan serta Komando Front Dalam Negeri agar mempersiapkan diri untuk skenario perang. Media tersebut juga menyebut status siaga maksimum telah diberlakukan di sejumlah badan keamanan Israel.

Secara terpisah, penyiar publik Israel KAN melaporkan rapat kabinet keamanan yang semula dijadwalkan Kamis untuk membahas perkembangan terkait Iran ditunda hingga Minggu, tanpa penjelasan tambahan.

Menurut laporan surat kabar tersebut, penilaian di Israel menunjukkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump cenderung segera meluncurkan serangan militer besar terhadap Iran setelah Teheran menolak tuntutan Washington dalam perundingan. Pemerintahan Trump disebut menilai Iran berupaya mengulur waktu dan menipu Amerika Serikat.

Dalam konsultasi keamanan terbatas yang dipimpin Netanyahu beberapa hari terakhir, asumsi yang berkembang adalah Iran tetap akan menembakkan rudal ke Israel bahkan jika militer Israel tidak ikut serta dalam serangan Amerika Serikat.

Dilansir dari Anadolu Agency, Kamis, 19 Februari 2026, Laporan itu juga menyebut ada kesan di Israel bahwa saat genting semakin dekat dan tenggat waktu makin singkat. Setelah sebelumnya diperkirakan dua minggu atau sekitar satu bulan, kini ada indikasi jangka waktu tersebut bisa dihitung hanya dalam hitungan hari.

Mantan kepala Direktorat Intelijen Militer Israel (Aman), Amos Yadlin, pada Rabu mengatakan, “Kita jauh lebih dekat ke sebuah serangan dibanding sebelumnya.”

Potensi Balasan Iran

Sementara itu, harian Israel Hayom mengutip sumber anonim yang menyebutkan bahwa jika Amerika Serikat benar-benar melancarkan serangan besar ke Iran, kemungkinan Teheran membalas dengan rudal jarak jauh ke Israel akan sangat tinggi.

Laporan sebelumnya dari CNN versi Arab juga menyebut Israel telah meningkatkan status siaga serta memperkuat persiapan militer, mengutip dua sumber Israel yang tidak disebutkan namanya. Langkah itu diambil di tengah indikasi serangan terkoordinasi bersama Amerika Serikat terhadap Iran bisa segera terjadi.

Di saat yang sama, Washington telah mengerahkan kelompok tempur kapal induk USS Abraham Lincoln ke kawasan tersebut, sementara kapal induk USS Gerald R. Ford juga sedang menuju wilayah yang sama bersama tambahan jet tempur.

Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, menggambarkan perundingan di Jenewa pada Selasa sebagai produktif “dalam beberapa hal,” namun mengatakan Iran “belum bersedia” membahas garis merah yang ditetapkan Trump. Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyebut suasana pembicaraan tersebut “lebih konstruktif.”

Baca juga:  Israel Bersiap Jika AS Restui Serangan ke Sistem Rudal Iran

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)