Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan. Foto: Istimewa.
BNPB Ungkap Bara Lahan Gambut Jadi Tantangan Pemadaman Karhutla
Muhammad Adyatma Damardjati • 22 August 2026 20:05
Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menghadapi sejumlah kendala teknis dalam operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatra dan Kalimantan. Karakteristik medan hingga keberadaan infrastruktur listrik menjadi hambatan utama bagi petugas gabungan di lapangan.
Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB Brigjen TNI Djohan Darmawan mengungkapkan, titik api di kawasan gambut perlu penanganan tinggi. Sebab, bara api kerap bersembunyi di bawah permukaan tanah dan sangat rentan terhadap hembusan angin.
"Kalau lahan gambut mungkin pada saat pelaksanaan pemadaman bisa padam, namun kalau sudah kena angin dia bisa muncul kembali dengan kedalaman lahan gambut yang berbeda-beda di tiap provinsi," ujar Djohan dalam konferensi pers, Sabtu, 22 Agustus 2026.
"Mungkin di atasnya itu ada jaringan SUTET yang membentang sehingga tidak bisa maksimal water bombing untuk beroperasi di atasnya," kata Djohan.
(1).jpeg)
Penanganan karhutla. Foto: dok. BNPB.
Untuk mengatasi keterbatasan akses operasi armada udara tersebut, BNPB mengandalkan satuan tugas darat. Rekayasa medan dilakukan secara masif untuk membuka rute akses menuju area kebakaran yang terisolasi.
"Ada beberapa langkah membuat sodetan-sodetan, terobosan-terobosan jalan pendekat sehingga pasukan darat bisa menembus lokasi-lokasi yang belum bisa didekati," kata Djohan.