Ilustrasi Wall Street. Foto: Xinhua
Wall Street Rebound usai Sentimen Positif di Pasar Obligasi
Eko Nordiansyah • 20 August 2026 07:52
New York: Wall Street ditutup menguat pada Rabu, 19 Agustus 2026, setelah penurunan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) atau Treasury memberikan sentimen positif bagi pasar saham.
Pelaku pasar juga mencermati risalah rapat Federal Reserve (The Fed) Juli 2026 yang menunjukkan banyak pembuat kebijakan menilai kenaikan suku bunga dapat diperlukan apabila inflasi tidak menunjukkan penurunan.
Dikutip dari Investing, Kamis, 20 Agustus 2026, indeks S&P 500 naik 0,2 persen ke level 7.710,70. Nasdaq Composite menguat 0,2 persen menjadi 26.331,09, sedangkan Dow Jones Industrial Average naik 0,2 persen ke posisi 53.463,11.
Yield Treasury 30 tahun turun
Sentimen positif terutama datang dari pasar obligasi setelah Departemen Keuangan AS mengumumkan peningkatan operasi pembelian kembali (buyback) obligasi tenor panjang.Mulai 9 September, skala operasi pembelian kembali untuk obligasi tenor 10-20 tahun dan 20-30 tahun akan digandakan dari USD2 miliar menjadi USD4 miliar per operasi.
Langkah tersebut langsung mendorong aksi beli obligasi dan menekan yield Treasury tenor panjang. Yield Treasury 30 tahun turun 9,9 basis poin menjadi 5,186 persen.
Sehari sebelumnya, yield Treasury 30 tahun sempat menyentuh 5,337 persen, level tertinggi sejak Juni 2007.
Penurunan yield tersebut memberikan ruang bagi pasar saham untuk rebound setelah sehari sebelumnya Wall Street tertekan aksi jual, terutama pada saham teknologi.
Namun, kekhawatiran terhadap inflasi masih membayangi pasar. Kenaikan harga minyak dan meningkatnya penerbitan utang perusahaan teknologi besar untuk membiayai pembangunan infrastruktur kecerdasan artifisial (AI) menjadi perhatian investor.
(2).jpg)
(Ilustrasi. Foto: Freepik)
Risalah The Fed soroti risiko inflasi
Risalah rapat The Fed pada Juli menunjukkan sebagian besar pembuat kebijakan masih mendukung keputusan mempertahankan suku bunga. Namun, banyak peserta menilai kenaikan suku bunga dapat diperlukan apabila inflasi tidak kembali menurun.The Fed juga menilai prospek inflasi masih sangat tidak pasti dengan risiko yang cenderung mengarah ke atas.
Konflik berkepanjangan di Timur Tengah turut menjadi perhatian karena berpotensi memperpanjang gangguan rantai pasok dan meningkatkan tekanan terhadap inflasi.
Tiga presiden bank sentral regional sebelumnya menyatakan perbedaan pendapat terhadap keputusan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Juli.
Saham Marvell dan Moderna melonjak
Dari pasar saham, saham Marvell Technology melonjak hampir 10 persen setelah perusahaan memperluas kerja sama dengan Google untuk mengembangkan semikonduktor khusus bagi produk kecerdasan artifisial (AI).Kesepakatan tersebut juga mencakup warrant yang memungkinkan Google membeli hingga hampir 59 juta saham Marvell dengan harga USD206,58 per saham.
Stifel memperkirakan kerja sama tersebut berpotensi menghasilkan pendapatan kumulatif hingga USD120 miliar bagi Marvell dalam kurun sekitar enam setengah tahun.
Sementara itu, saham Moderna melonjak sekitar 177 persen setelah perusahaan bersama Merck mengumumkan hasil positif uji klinis tahap akhir vaksin mRNA untuk melanoma yang dikombinasikan dengan obat Keytruda. Kenaikan tersebut menjadi performa harian terbaik Moderna sepanjang sejarah.
Saham Merck juga menguat 12,6 persen dan turut menopang pergerakan Dow Jones.
Adapun saham Lowe's naik 2,3 persen setelah CEO Marvin Ellison menyampaikan perusahaan menghadapi tekanan akibat perlambatan belanja konsumen untuk proyek renovasi rumah berskala besar.