Ilustrasi. Foto: Dok istimewa
Askrindo Dukung 512 Proyek Strategis dan Perkuat UMKM Nasional
Eko Nordiansyah • 26 August 2026 08:45
Jakarta: PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero) atau Askrindo mendukung pembangunan nasional sekaligus pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Peran tersebut dijalankan melalui berbagai solusi asuransi umum dan Suretyship untuk mendukung keberlangsungan proyek strategis dan aktivitas dunia usaha.
Per Desember 2025, Askrindo telah memberikan dukungan terhadap 512 proyek strategis dan keamanan nasional dengan total nilai proyek Rp261,9 triliun. Dari jumlah tersebut, sebanyak 16 proyek merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) senilai Rp143,2 triliun, sementara 496 proyek lainnya merupakan proyek pada sektor keamanan nasional sekitar Rp118,7 triliun.
Direktur Keuangan Askrindo Leonardo Henry Gavaza mengatakan, peran Askrindo tidak hanya diukur dari pertumbuhan bisnis, tetapi juga dari kemampuan perusahaan memberikan manfaat bagi perekonomian secara lebih luas. Menurut dia, Askrindo ingin terus hadir memberikan nilai bagi perekonomian Indonesia.
“Di satu sisi kami mendukung pembangunan melalui solusi asuransi dan penjaminan untuk berbagai proyek strategis, dan di sisi lain kami hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui Asuransi Program Pemerintah, khususnya KUR, untuk mendukung UMKM,” ujar Leonardo dalam keterangan tertulis, Rabu, 26 Agustus 2026.
Dukungan Askrindo terhadap PSN antara lain mencakup Asuransi Aset KCIC atau kereta cepat Whoosh, Tol Ngawi-Kertosono-Kediri, Tol Japek Selatan, Aset Jasa Marga Bali Tol, Tol Serpong-Balaraja Seksi 1A, Aset Medan-Binjai Tol, pembangunan perumahan di IKN, Tol Serang-Panimbang, Jaringan Sumber Air Pemali-Juana, pembangunan rumah sakit, Tol Probolinggo-Banyuwangi, Tol Jogja-Solo, Tanjung Priok Port Tollways, Tol Cisumdawu, hingga Kawasan Industri Terpadu Batang.
Kapasitas commercial line menguat
Keterlibatan dalam berbagai proyek strategis tersebut memperkuat posisi Askrindo sebagai perusahaan yang memiliki kapasitas dalam memberikan solusi asuransi dan penjaminan untuk kebutuhan proyek bernilai besar. Kapasitas Commercial Line Askrindo mencapai Rp28,6 triliun, meningkat sekitar 42 persen dari Rp20,1 triliun pada 2023.“Peningkatan kapasitas Commercial Line menunjukkan Askrindo terus memperkuat kemampuan untuk memberikan dukungan dengan nilai yang semakin besar. Namun, peningkatan kapasitas tersebut tetap kami imbangi dengan penguatan underwriting, manajemen risiko, dan tata kelola,” jelas Leonardo.

(Ilustrasi. Foto: Dok MI)
Rekam jejak Askrindo dalam memberikan dukungan terhadap berbagai aktivitas pembangunan dan dunia usaha juga telah terbangun dalam jangka panjang. Sepanjang 2016–2025, Askrindo telah memberikan penjaminan Kontra Bank Garansi (KBG) senilai Rp149,7 triliun, yang mencakup proyek pemerintah pusat dan daerah melalui APBN/APBD, BUMN, serta berbagai aktivitas ekonomi lainnya.
Askrindo tetap menempatkan prinsip kehati-hatian, penguatan underwriting, dan manajemen risiko sebagai bagian penting dalam setiap keputusan bisnis. Setiap risiko yang akan diterima melalui proses analisis dan underwriting dengan mempertimbangkan profil risiko serta kemampuan perusahaan dalam mengelola risiko tersebut.
“Kami tidak hanya melihat besarnya nilai proyek, tetapi juga memastikan setiap risiko yang diterima sesuai dengan kapasitas dan risk appetite perusahaan. Prinsip underwriting yang prudent dan pengelolaan risiko menjadi fondasi dalam menjaga keberlanjutan bisnis Askrindo,” tegasnya.
Penguatan proses underwriting menjadi salah satu fokus Askrindo sepanjang 2025, bersamaan dengan berbagai upaya perbaikan kualitas portofolio dan penguatan proses bisnis perusahaan.
Bagi Askrindo, kontribusi terhadap perekonomian nasional tidak hanya diwujudkan melalui dukungan terhadap proyek-proyek strategis berskala besar. Askrindo juga memiliki peran strategis dalam mendukung UMKM melalui Asuransi Program Pemerintah, khususnya KUR.
“Bagi kami, UMKM merupakan bagian penting dari perekonomian nasional. Karena itu, keberadaan Askrindo tidak hanya terlihat dalam dukungan terhadap proyek-proyek strategis, tetapi juga hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui Asuransi Program Pemerintah, khususnya KUR, yang mendukung akses pembiayaan bagi pelaku UMKM,” kata Leonardo.
Dengan cakupan tersebut, Askrindo menjalankan peran strategis dari pembangunan nasional hingga sektor ekonomi masyarakat, dengan menghadirkan solusi asuransi dan penjaminan sekaligus mendukung penguatan UMKM melalui program pemerintah KUR.
Fundamental keuangan yang kuat
Peran strategis tersebut juga ditopang oleh fundamental keuangan perusahaan yang kuat. Berdasarkan Laporan Keuangan 2025 audited, per Desember 2025 Askrindo mencatatkan aset sebesar Rp22,23 triliun, ekuitas Rp8,68 triliun, dan laba setelah pajak (EAT) sebesar Rp1,04 triliun.Fundamental tersebut menjadi modal penting bagi Askrindo untuk terus memperkuat kapasitas bisnis sekaligus menjalankan perannya dalam mendukung perekonomian nasional. Leonardo mengatakan, Askrindo akan terus memperkuat kapasitas perusahaan dengan tetap menjaga kualitas pengelolaan risiko dan tata kelola.
“Kami ingin Askrindo terus menjadi perusahaan yang memberikan nilai bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia. Baik melalui dukungan terhadap pembangunan, dunia usaha, maupun UMKM melalui Asuransi Program Pemerintah KUR. Seluruhnya kami jalankan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, tata kelola, dan keberlanjutan perusahaan,” tutup Leonardo.
Dengan pengalaman, kapasitas bisnis yang terus diperkuat, fundamental keuangan yang solid, serta komitmen terhadap tata kelola dan manajemen risiko, Askrindo berkomitmen untuk terus memperkuat perannya sebagai perusahaan strategis yang hadir bagi pembangunan nasional, dunia usaha, dan UMKM di seluruh Indonesia.